Medan Terkini
Komplotan Curanmor Spesialis Rumah Ibadah di Sunggal Terbentuk Saat Bertemu di Tahanan
Polsek Sunggal tembak komplotan residivis spesialis curanmor masjid, beraksi di 11 lokasi.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Tria Rizki
Komplotan Curanmor Spesialis Rumah Ibadah di Sunggal Terbentuk Saat Bertemu di Tahanan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil mengamankan empat pelaku tindak pidana Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Keempatnya yakni Doli Ferdinan Haposan Aritonang, Tri Rahmadsyah, Andy Sanjaya, Rian Andika Sinaga, diamankan pada Minggu (4/1/2026) kemarin di dua lokasi berbeda.
Berdasarkan penuturan Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, dari keempat pelaku ini diketahui merupakan residivis yang sudah pernah menjalani hukuman dengan kasus serupa. Dengan latar belakang ini, keempat pelaku bertemu dan akhirnya membentuk komplotan yang kini kembali sama-sama mendekam di balik jeruji besi.
"Mereka inikan residivis, jadi awal mula mereka ini bisa berkenalan saat sama-sama menjalani hukuman di sel," ujar Bambang, Kamis (8/1/2026).
Dalam melancarkan aksinya, keempat pelaku ini diketahui selalu menggunakan sepeda motor yang sama yakni jenis matic yamaha mio. Namun, untuk mengaburkan petunjuk pelaku sering mengganti identitas dari sepeda motor yang mereka kendarai seperti merubah warna dan velg.
"Jadi mereka ini selalu cek, kalau sudah viral pasti diganti warnanya mulai dari biru, merah, dan lainnya. Cuma sepeda motornya tetap sama yang ini saja," ucapnya.
Amatan www.tribun-medan.com, dari keempat pelaku dua di antaranya mengalami luka tembak di bagian kakinya. Keduanya terpaksa ditembak oleh personel kepolisian karena berupaya melawan saat akan ditangkap di tempat persembunyiannya.
Dengan menggunakan baju tahanan berwana oranye, kedua pelaku yang terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas ini berjalan tergopoh-gopoh dengan mimik wajah meringis kesakitan. Bahkan, satu di antaranya terpaksa digendong rekannya saat digiring kembali ke ruang tahanan karena tak tahan menahan rasa sakit.
Masih dikatakan Bambang, dari keempat pelaku ini berdasarkan pengakuan yang merka sampaikan kepada tim penyidik sudah 11 kali melakukan aksi Curanmor. Dari seluruhnya, lima di antaranya dilakukan di rumah ibadah (masjid) yang mana waktu pencurian dilakukan saat solat subuh.
"Sudah 11 kali, lima di antaranya di Masjid," ungkapnya.
Dikatakan Bambang, dari hasil pemeriksaan hasil dari penjualan sepeda motor curian digunakan untuk biaya sehari-hari dan menggunakan narkotika jenis sabu.
(mns/tribun-medan.com)
| Diancam Parang dalam Angkot di Medan, Dua Penumpang Wanita Nekat Melompat dan Satu Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| Dewa 19 Bakal Guncang Medan di Melofest Vol. 2, Baladewa Antusias Nantikan Konser |
|
|---|
| Sedot Anggaran Rp1,6 Miliar, Wali Kota Medan Rico Waas Soroti Venue MTQ ke-59 Medan Masih Berlumpur |
|
|---|
| Diduga Mencuri Buah Matoa, Seorang Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat |
|
|---|
| Hindari Lubang, Truk Tronton Hantam Mobil Mercy hingga Ringsek di Jalan Setia Budi Medan |
|
|---|