PDI P Sumut

21 Korban Tewas Sibalanga, Rapidin Simbolon Perjuangkan Masa Depan Pendidikan & Tata Desa

Ketua DPD PDIP Sumut Perjuangkan, Rapidin Simbolon datangi 21 korban tewas Sibalanga hingga perjuangkan masa depan pendidikan & tata desa.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Tria Rizki

21 Korban Tewas Sibalanga, Ketua DPD PDIP Sumut Perjuangkan Masa Depan Pendidikan & Tata Desa

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT — Aroma bangkai di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting tercium jelas diantara penggalian dalam pencarian jenazah di lereng-lereng bukit yang terkelupas pasca tragedi Rabu dini hari, 25 November 2025 ketika longsor dan banjir bandang menelan 21 nyawa sekaligus, termasuk enam korban dari satu keluarga, dan tiga korban. 

Di antara warga yang masih diselimuti duka, berdirilah Sri Dinda Hutabarat, berusaha menahan getar suara saat menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM, yang datang membawa bantuan gotong royong partai, Selasa (2/12/2025).

Wajah Sri Dinda tampak pucat oleh lelah dan kehilangan. Di hadapan Rapidin, ia menceritakan runtuhnya dunia kecil yang selama ini ia jaga, 3 orang dalam keluarganya menjadi korban. Di Desa ini ada juga 6 orang dalam sekeluarga yang meninggal dunia, yaitu keluarga Sitompul, terdiri dari Seorang nenek boru hutagalung, seorang anaknya dan keempat cucunya.

Ayahnya Joksan Hutabarat tulang punggung keluarga bersama ibunya Tiomina Simamora dan adik bungsunya, Indri Laura Hutabarat, tersapu material longsor. 

“Rumah-rumah di sini sudah banyak yang rata dengan tanah, Pak. Mohon bantu ya, Pak,” ujarnya lirih, setengah memohon, setengah menahan air mata.

Perkampungan Sibalanga yang dulu rapi kini hanya tampak sebagai hamparan puing dan pepohonan tumbang. Beberapa rumah tinggal tersisa sepotong dinding, beberapa lainnya hilang tak berbekas.

Meski bekerja di Jakarta, Sri Dinda harus menanggung empat adik yang tengah berjuang menggapai pendidikan, satu di Politeknik Negeri Medan, dua di Universitas Sumatera Utara, dan satu lagi menempuh studi Theologia. 

Di tengah bencana, kekhawatirannya bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi masa depan adik-adiknya yang terancam terhenti.

Mendengar itu, Rapidin langsung memanggil Ketua DPRD Taput, Rudy Nababan, untuk mendata kerusakan rumah warga. 

“Ini harus diperjuangkan di kabupaten. Rumah-rumah yang rata dengan tanah perlu dikaji, apakah layak dibangun kembali di tempat yang sama atau perlu direlokasi,” ujar Rapidin. 

Ia menegaskan, sekalipun pemulihan penuh belum bisa dilakukan cepat, ada tindakan sementara yang harus segera diberikan agar warga tidak berlarut dalam ketidakpastian.

Rapidin juga mengapresiasi ketegaran Sri Dinda. “Tidak mudah berada di posisi ini, tapi dia masih memikirkan pendidikan adik-adiknya,” ujarnya. 

Ia meminta data lengkap terkait status kuliah keempat adik Sri Dinda, termasuk aspirasi beasiswa S2 yang diharapkan. “Akan diupayakan,” katanya tegas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved