TRIBUN WIKI

Sejarah Lengkap Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei: Tonggak Awal Persatuan Bangsa

Pelajari sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan lahirnya Budi Utomo. Temukan makna penting peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Instagram @muskitnasofficial
Museum Kebangkitan Nasional, yang terletak di Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dulu gedung ini merupakan lokasi STOVIA (Sekolah Dokter Jawa), tempat berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. 

Budi Utomo tercatat dalam sejarah sebagai organisasi modern pertama yang diisi oleh rakyat pribumi dan berjuang demi kepentingan bersama, bukan lagi sekadar kepentingan kedaerahan.

Berdirinya Budi Utomo bak bola salju yang memicu lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional lainnya, seperti Sarekat Islam (1912) dan Indische Partij (1912).

Semangat ini juga menular kepada para pemuda yang kemudian membentuk Jong Java dan Jong Sumatranen Bond, hingga akhirnya memuncak pada ikrar suci Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Baca juga: Profil dan Biodata Windah Basudara yang Jadi Pembina Upacara 17 Agustus 2025

Mengapa 20 Mei Ditetapkan Sebagai Hari Kebangkitan Nasional?

Perjalanan menjadikan 20 Mei sebagai hari nasional memiliki cerita tersendiri.

Pada tahun 1948, saat Indonesia baru tiga tahun merdeka, kondisi negara sedang genting.

Belanda belum mau mengakui kedaulatan Republik Indonesia, sementara ancaman perpecahan internal mulai mengintai.

Baca juga: 6 Ide Lomba Kreatif dan Edukatif Bagi Siswa SD dan SMP dalam Menyambut 17 Agustus

Di tengah situasi krisis tersebut, tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengusulkan sebuah ide cemerlang kepada Presiden Soekarno.

Ia menyarankan agar hari lahirnya Budi Utomo dijadikan sebagai simbol persatuan dan kebangkitan bangsa.

Presiden Soekarno pun menyetujuinya. Penetapan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pertama kali diresmikan dalam sebuah upacara bersejarah di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Baca juga: Profil dan Sejarah Bus ALS, 2 Kali Tanggal 6 Mei Selalu Ada Penumpang Tewas

Secara hukum, peringatan ini kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959.

Sejak saat itu, 20 Mei resmi menjadi hari nasional yang diperingati setiap tahun (meski bukan hari libur).

Makna Hari Kebangkitan Nasional 2026

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026 bukan sekadar seremonial mengenang berdirinya organisasi Budi Utomo.

Lebih dari itu, hari ini adalah momen perayaan lahirnya rasa kesatuan, persatuan, dan identitas sejati bangsa Indonesia.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional mengajarkan kita satu hal penting: bahwa perlawanan melawan penjajahan dan upaya membangun kemajuan negara tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri atau bersifat kedaerahan.

Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tak akan pernah tercapai tanpa adanya kesadaran untuk bersatu padu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved