TRIBUN WIKI
3 Macam Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah, Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu
Ada tiga pelaksanaan ibadah haji di bulan Dzulhijjah, yakni Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Selain itu, umrah juga bisa dilakukan di luar bulan haji sebelum kembali lagi untuk berhaji pada musim Dzulhijjah di tahun yang sama.
Keunggulan Haji Ifrad adalah jamaah tidak dikenakan dam atau denda karena tidak menggabungkan dua ibadah sekaligus.
Haji Qiran
Haji Qiran merupakan jenis haji yang dilakukan dengan menggabungkan ibadah haji dan umrah dalam satu niat sekaligus.
Kata “qiran” sendiri berarti bersamaan atau berteman.
Baca juga: Niat Puasa Sunnah Bulan Syawal yang Digabung dengan Puasa Senin Kamis, Arab dan Latin
Dalam pelaksanaannya, jamaah berihram untuk haji dan umrah secara bersamaan tanpa terpisah.
Karena menggabungkan dua ibadah dalam satu perjalanan, jamaah yang melaksanakan Haji Qiran diwajibkan membayar dam.
Bentuk dam yang umum adalah menyembelih seekor kambing yang sah untuk kurban pada Hari Nahr atau hari Tasyrik.
Jika tidak mampu, maka dapat diganti dengan puasa selama 10 hari, yaitu tiga hari saat masih ihram dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.
Haji Tamattu
Haji Tamattu menjadi salah satu jenis haji yang paling banyak dipilih jamaah Indonesia.
Kata “tamattu” berarti bersenang-senang.
Dalam pelaksanaannya, jamaah terlebih dahulu melaksanakan umrah di bulan haji, kemudian bertahallul atau keluar dari keadaan ihram sebelum kembali berihram untuk haji pada 8 atau 9 Dzulhijjah.
Selama masa setelah umrah hingga menjelang haji, jamaah diperbolehkan menikmati aktivitas normal karena sudah tidak terikat larangan ihram.
Namun, seperti Haji Qiran, jamaah yang melaksanakan Haji Tamattu juga wajib membayar dam berupa penyembelihan kambing. Jika tidak mampu, kewajiban tersebut dapat diganti dengan puasa selama 10 hari sesuai ketentuan syariat.
Perbedaan Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu
Perbedaan utama dari ketiga jenis haji ini terletak pada cara pelaksanaan antara ibadah haji dan umrah.
Haji Ifrad hanya fokus pada ibadah haji terlebih dahulu tanpa umrah, Haji Qiran menggabungkan haji dan umrah dalam satu niat, sedangkan Haji Tamattu mendahulukan umrah lalu melaksanakan haji setelah tahallul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/357-jemaah-haji-kloter-I-Kabupaten-Asahan-telah-tiba-di-Masjid-Agung_Ibadah-Haji-2026_.jpg)