Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Profil dan Sejarah Bus ALS, 2 Kali Tanggal 6 Mei Selalu Ada Penumpang Tewas

Bus ALS tercatat dua kali mengalami kecelakaan maut setiap tanggal 6 Mei. Tahun 2025 dan 2026, ada belasan penumpang tewas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
ChatGPT
KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas. 
Ringkasan Berita:
  • Bus ALS termasuk angkutan darat legendaris asal Sumatera Utara
  • Bus ini sudah ada sejak tahun 1966, dan dikenal sebagai armada pengantar paket
  • Pada tahun 2025 dan 2026, bus ALS mengalami kecelakaan maut
  • Tahun 2025 ada 12 orang yang tewas di Sumatera Barat, tahun 2026 ada 16 orang tewas di Sumatera Selatan

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Bus milik Perusahaan Otobus Antar Lintas Sumatera (PO ALS) kembali mengalami kecelakaan dan menelan korban jiwa.

Pada Rabu, 6 Mei 2026, dilaporkan ada 16 orang penumpang tewas terbakar di dalam bus.

Mereka terjebak di dalam bus yang sempat terlibat kecelakaan dengan truk tangki pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca juga: Hasil Olah TKP Polisi Kecelakaan Maut Bus ALS dengan Truk Tangki, Hindari Lubang Ambil Jalur Kanan

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

Jenazah para korban juga sedang diidentifikasi petugas, karena sebahagian dalam kondisi mengenaskan.

TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com)
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) (Istimewa)

Tragedi 6 Mei

Kecelakaan maut bus ALS yang terjadi pada 6 Mei 2026 kemarin mengingatkan masyarakat pada kecelakaan serupa.

Persis di tanggal 6 Mei 2025, bus ALS bernomor polisi B 7512 FGA mengalami kecelakaan maut, dengan jumlah korban saat itu mencapai 12 orang.

Baca juga: Baru Nikah, Permintaan Terakhir Ariyanto Sopir Tangki Tewas Adu Kambis vs Bus ALS

Adapun kecelakaan pada 6 Mei 2025 terjadi di dekat Terminal Bukit Surungan, Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Peristiwa ini diduga disebabkan oleh hilangnya fungsi rem saat bus melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang, yang kemudian membuat bus kehilangan kendali, oleng, dan akhirnya terbalik, menewaskan 12 orang serta melukai belasan lainnya.

Sama seperti kecelakaan yang terjadi pada 6 Mei 2026 kemarin, bus ALS juga dilaporkan sempat oleng dan terbalik, lalu terbakar.

Baca juga: Terungkap Identitas Sopir ALS dan Truk yang Tewas dalam Kecelakaan, Ini yang Terjadi Sebelum Musibah

Kedua insiden ini kemudian menjadi sorotan luas dari masyarakat.

Netizen menyoroti tentang kelayakan kendaraan, hingga prosedur pemeriksaan bus ALS sebelum berangkat meninggalkan bus.

Keterangan Humas PT ALS

Humas PT ALS, Alwi Matondang mengaku masih menunggu penjelasan polisi terkait kecelakaan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca juga: Inilah Identitas 4 dari 16 Korban Tewas ALS vs Truk Tanki di Sumsel, Polisi: Bus Sempat Masuk Lubang

Sampai saat ini, ia belum menerima informasi apapun terkait kronologis kejadian dan daftar nama penumpang yang menjadi korban.

"Kita belum tahu pasti (identitas) dan tujuannya. Kalau di bus itu biasanya ada naik turunnya itu," kata Alwi, saat dikonfirmasi Tribun-medan.com, Rabu (6/5/2026).

Informasi di lapangan menyebutkan, tragedi mengerikan ini berlangsung ketika bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL sedang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dengan membawa 18 orang penumpang dan awak kendaraan.

Baca juga: Sosok Sopir Bus ALS yang Tewas di Sumsel, Sempat Masuk Lubang Lalu Adu Kambing dengan Truk Tangki

BUS KECELAKAAN TERBAKAR - Polisi mengungkap dugaan penyebab kebakaran usai kecelakaan Bus ALS vs Truk isi BBM. Api diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan terjadi.
BUS KECELAKAAN TERBAKAR - Polisi mengungkap dugaan penyebab kebakaran usai kecelakaan Bus ALS vs Truk isi BBM. Api diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan terjadi. (TRIBUN MEDAN/Istimewa)

Sementara itu, truk tangki bermuatan bahan bakar minyak bernomor polisi BG-8196-QB melaju dari arah sebaliknya, yaitu dari Jambi menuju Lubuklinggau.

Menurut laporan yang ada, saat melewati lokasi kejadian, sopir bus ALS tiba-tiba membelokkan kendaraannya ke sisi kanan jalan.

Hal ini diduga dilakukan untuk menghindari lubang yang cukup besar di badan jalan.

Namun, tindakan tersebut dilakukan secara tiba-tiba dan membuat bus masuk ke jalur berlawanan, tepat saat truk tangki sedang lewat di tempat yang sama.

Baca juga: PENUMPANG ALS Sebut Bus Tak Layak Jalan, Sering Alami Masalah Mesin dan Radiator Panas

Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat sehingga tabrakan hebat tidak dapat dihindarkan lagi.

Benturan yang sangat kuat menyebabkan tangki penyimpan bahan bakar di truk pecah dan isinya tumpah ke jalan serta menempel pada kedua kendaraan.

Akibat gesekan dan benturan, muncul percikan api yang segera menyambar tumpahan bahan bakar, sehingga kedua kendaraan langsung terbakar hebat dalam waktu yang sangat singkat.

Api menyebar dengan sangat cepat dan membuat suasana di lokasi menjadi sangat mencekam.

Baca juga: PENGAKUAN Kernet Bus ALS Oleng Karena Hindari Lubang Berakhir Adu Kambing dengan Mobil Tangki

Warga sekitar yang melihat kejadian segera berusaha membantu dan menelepon layanan darurat seperti Pemadam Kebakaran, Kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Namun, karena api membesar begitu cepat, sebagian besar korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terjepit di dalam kendaraan.

Tim penanganan darurat yang tiba di lokasi berusaha memadamkan api dan mengeluarkan korban, tetapi butuh waktu cukup lama karena kobaran api yang sangat besar.

Dari insiden ini, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri dari 13 penumpang bus, sopir bus, serta sopir dan kernet truk tangki.

Baca juga: Bus ALS Masuk ke Jalur Lawan Arah dan Tabrak Truk Tangki BBM, Sebanyak 16 Orang Tewas

Selain itu, ada 4 orang lainnya yang selamat, di antaranya 3 orang mengalami luka berat dan 1 orang lainnya luka ringan, dan segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Seluruh jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan untuk menjalani proses identifikasi resmi.

Profil dan Sejarah Bus ALS

PO Antar Lintas Sumatera atau lebih dikenal sebagai Bus ALS merupakan salah satu perusahaan otobus legendaris di Indonesia yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun lalu.

Perusahaan transportasi darat ini berdiri pada 29 September 1966 di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Baca juga: NAMA-NAMA Penumpang dan Sopir Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS VS Mobil Tangki BBM

Hingga sekarang, kantor pusat Bus ALS berada di kawasan Amplas, Medan. Nama ALS sendiri sangat populer di kalangan masyarakat, khususnya penumpang bus antarkota antarprovinsi yang sering melakukan perjalanan lintas Sumatera hingga Pulau Jawa.

Sejarah berdirinya Bus ALS bermula dari tujuh saudagar bersaudara yang dipelopori oleh H. Sati Lubis.

Pada awal operasinya, ALS belum fokus mengangkut penumpang seperti sekarang.

Saat itu, armada mereka lebih banyak digunakan untuk mengangkut hasil bumi di wilayah Mandailing Natal dan sekitarnya.

Baca juga: Diduga Tak Bisa Dikenali Lagi, Polisi Segera Identifikasi 16 Korban Laka Maut Bus ALS vs Truk Tangki

Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat, ALS mulai membuka layanan penumpang dengan rute Kotanopan–Medan dan Medan–Kotanopan yang kemudian mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Melihat tingginya minat penumpang, Bus ALS terus memperluas jaringan trayeknya.

Salah satu rute yang berkembang pesat adalah Medan–Bukittinggi, mengingat jarak Mandailing Natal dengan wilayah Sumatera Barat cukup dekat.

Perkembangan tersebut membuat ALS semakin dikenal luas. 

Pada tahun 1972, perusahaan ini mulai membuka perjalanan menuju berbagai kota besar di Sumatera seperti Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, hingga Bandar Lampung.

Trayek ALS bahkan mulai menjangkau Pulau Jawa meski saat itu perjalanan masih terkendala transportasi penyeberangan.

Pada masa sebelum kapal feri Ro-Ro tersedia, penumpang Bus ALS yang hendak menuju Jawa harus melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain dari Pelabuhan Merak.

Setelah kapal feri Ro-Ro mulai beroperasi pada era 1980-an, ALS akhirnya membuka rute langsung menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Bahkan, Bus ALS sempat melayani perjalanan sampai ke Bali. Sejak saat itu, ALS dikenal sebagai salah satu bus lintas Sumatera dan Jawa dengan perjalanan jarak jauh yang cukup populer.

Dalam mendukung pelayanan kepada penumpang, Bus ALS menggunakan sasis Mercedes-Benz yang dikenal kuat dan tangguh untuk perjalanan antarpulau.

Selain mengangkut penumpang, armada ALS juga sering membawa paket barang dalam jumlah besar di bagian atap bus.

Karena itulah masyarakat menjuluki ALS sebagai “Raja Paket.” 

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1995, ALS memiliki sekitar 155 armada bus dengan kondisi kendaraan yang rutin diperbarui setiap dua tahun sekali.

Menariknya, setiap armada biasanya memiliki kode nomor tertentu di pintu bus yang menjadi penanda pemilik kendaraan tersebut.

Hingga kini, Bus ALS tetap menjadi salah satu ikon transportasi darat legendaris asal Sumatera Utara yang masih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved