Techno
Friendster Kembali, Benarkah Hanya Bisa Melalui iPhone?
Friendster, media sosial yang sempat trend di tahun 2000-an kembali bisa digunakan oleh publik.
Ringkasan Berita:
TRIBUN-MEDAN.COM,- Pengguna media sosial ramai membicarakan kemunculan Friendster.
Friendster merupakan salah satu pionir media sosial yang muncul pada awal 2000-an.
Setelah lama ditinggalkan, kabar terbaru menyebutkan bahwa Friendster sudah bisa digunakan lagi oleh masyarakat.
Mike Carson, seorang programmer komputer yang berbasis di Philadelphia, mengatakan bahwa ia telah membeli domain Friendster dan mengamankan hak merek dagang Friendster tahun lalu.
Baca juga: Apa Itu SnapBoost, Aplikasi yang Viral Disebut Investasi Bodong?
Ia mengatakan telah meluncurkan aplikasi Friendster khusus iOS.
Dilansir dari CNN Indonesia, Carson mengatakan, setelah ia tahu Friendster.com mulai aktif kembali pada Oktober 2023, ia kemudian berkorespondensi dengan pemiliknya.
"Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io, dan bahwa saya pernah berkorespondensi dengannya sebelumnya melalui email," kata Carson.
Baca juga: Tips Memotret Pink Moon April 2026, Kamu Bisa Dapat Cuan dari Aplikasi Ini
Ternyata pembeli tersebut membayar kurang dari US$8.000 untuk domain Friendster dan kini hanya menggunakannya untuk menayangkan iklan.
"Kami mencapai kesepakatan di mana saya memberinya US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin dan sebuah domain yang menghasilkan sekitar US$9 ribu per tahun dari pendapatan iklan, dan dia memberi saya domain Friendster.com," tambah Carson.
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, bahwa Friendster muncul dalam bentuk aplikasi di iPhone.
Dari pengalaman pengguna, bahwa ketika membuka aplikasi ini, tampilan antarmukanya terasa sangat sederhana.
Baca juga: Daftar Situs Web Gratis dan Aplikasi untuk Download Video TikTok Tanpa Watermark
Tidak ada elemen visual yang ramai seperti timeline algoritmik di media sosial modern.
Beranda (feed) hanya menampilkan unggahan dari orang-orang yang sudah menjadi teman, tanpa rekomendasi akun lain atau konten viral. Konsep ini membuat tampilan terasa lebih “bersih” dan fokus.
Di bagian bawah layar, terdapat beberapa menu utama yang menjadi pusat navigasi, seperti feed, pesan (chat), serta notifikasi.
Tidak ada menu eksplorasi atau pencarian pengguna secara bebas, menegaskan pendekatan yang lebih tertutup.
Baca juga: Manfaatkan Aplikasi Kencan, Bambang Tipu Sejumlah Perempuan di Kota Medan
Friendster juga tidak menampilkan jumlah pengikut (followers) atau sistem rekomendasi teman, sehingga pengalaman pengguna terasa berbeda dibanding platform seperti Instagram atau X.
Cara Unik Menambahkan Teman
Untuk menambahkan teman, Friendster yang tersedia di iPhone punya cara unik.
Tidak ada fitur pencarian username atau nomor telepon.
Sebagai gantinya, pengguna harus menempelkan dua perangkat iPhone secara langsung untuk saling terhubung.
Baca juga: Lewat Fitur Explore & Inovasi Merchant, Qpon Perkuat Posisi sebagai Aplikasi Local Services Terdepan
Mekanisme ini memanfaatkan koneksi jarak dekat (seperti NFC), sehingga hanya orang yang benar-benar berada di lokasi yang sama yang bisa ditambahkan sebagai teman.
Pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda utama, karena membatasi jaringan pertemanan hanya pada interaksi di dunia nyata.
Awal Kemunculan Friendster
Friendster merupakan salah satu pionir media sosial yang muncul pada awal 2000-an.
Platform ini merevolusi cara orang berinteraksi online melalui profil pribadi dan koneksi teman.
Friendster diciptakan oleh Jonathan Abrams, programmer asal Kanada, pada Maret 2002.
Awalnya dikembangkan di ruang bawah tanah bersama 10 temannya, ide ini lahir dari pengalaman pribadi Abrams yang galau pasca-putus cinta dan ingin mempermudah "kenalan dari teman".
Diluncurkan secara sederhana, Friendster langsung menarik ratusan pengguna dalam minggu pertama dan mencapai 3 juta pengguna pada awal 2003.
Nama "Friendster" terinspirasi dari "Friend" (teman) dan "Napster", awalnya berfokus sebagai situs kencan tapi bergeser ke jejaring persahabatan.
Pada 2008, Friendster punya 115 juta pengguna, terutama di Asia, dengan fitur berbagi foto, video, dan komentar.
Valuasinya mencapai $53 juta pada 2003, menarik minat Google, tapi gagal berkembang karena masalah teknis.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Friendster-kembali.jpg)