Tapanuli Selatan Terkini
Bupati Gus Irawan Gandeng Bank Sumut demi Lepaskan Warga Tapsel dari Pinjaman Berbunga Tinggi
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan menggandeng Bank Sumut demi melepaskan rakyatnya dari jebakan pemberi dana berbunga tinggi.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Randy P.F Hutagaol
“Tujuannya menyahuti keinginan bapak gubernur agar Bank Sumut lebih leluasa memaksimalkan potensi daerah dengan tidak hanya mengandalkan APBN, APBD serta aparatur sipil negara sebagai basis inti pembiayaan bank daerah selama ini. Dan tentu kita faham Gubsu fokus pada kolaborasi Sumut berkah sehingga Bank Sumut pun harus berperan nyata,” katanya.
Ia menyampaikan, Tapsel akan menjadi proyek percontohan pendanaan lewat Sumut Link dan pembiayaan usaha mikro kecil menegah dengan melepaskan mereka dari jebakan kredit berbunga tinggi, atau agar terlepas dari rentenir.
Heru Mardiansyah menyatakan kenapa Tapsel menjadi proyek percontohan karena sebelumnya Pemkab pun sudah bersepakat mendorong cash management system dan melakukan sosialisasi kepada para pengelola koperasi merah putih.
“Komitmen Pemkab Tapsel kami lihat sangat kuat untuk mendorong percepatan perekonomian warga dan transparansi keuangan. Sehingga sejalan dengan kita,” kata Heru.
Dia mengatakan pihaknya menyiapkan dua skema dalam pemberdayaan perekonomian warga Tapsel yang bergerak di UMKM agar lepas dari jerat kredit berbunga tinggi. “Pertama, kami siapkan skema pembiayaan. Kedua kami siapkan skema pendanaan dengan nama Sumut link,” kata Heru.
Menurut dia, untuk mengatasi persoalan yang disampaikan Bupati Tapsel bahwa banyak warga terjerat suku bunga pembiayaan tinggi, maka Bank Sumut menyiapkannya dari sisi kredit.
Bank Sumut, katanya, sudah melakukan pendekatan dengan kepala desa dan kepala dusun di sana untuk kemudian membuat skema pembiayaannya mirip grameen bank (tanggung renteng). “Jadi nanti ibu-ibu pengusaha mikro di Tapsel akan kita fasilitasi mendapatkan pembiayaan murah dengan tanggung renteng minimal 6 orang per kelompok,” katanya.
Skema yang pernah dijalankan
Menurut Heru, sebenarnya skema ini sudah pernah dijalankan. “Dulu namanya Permaisuri, perempuan mandiri dan suritauladan. Tapi nanti akan kita sesuaikan dengan program Bapak Gubernur kita,” katanya.
“Ada dua opsi yang digunakan dalam pembiayaan tersebut yaitu rentang Rp1 juta hingga Rp10 juta kemudian opsi kedua bagi yang sudah pernah mendapatkan pembiayaan dengan nilai Rp10 juta hingga Rp20 juta,” jelasna lagi.
Heru Mardiansyah mengatakan usaha mikro dengan konsep ini maksimal akan dikenakan bunga 16 persen tapi secara periodik akan turun hingga ke 13 persen. “Saya kira cukup baiklah daripada mereka harus memberikannya ke rentenir atau lembaga pembiayaan berbunga tinggi,” jelasnya.
Ia juga membuka opsi bahwa calon penerima kredit tanggung renteng bukan saja yang sudah punya usaha. “Mereka yang berencana punya usaha pun bisa kita biayai. Misalnya ada ibu rumah tangga punya rencana usaha produktif akan dibiayai Bank Sumut. Saya kira program tersebut tepat untuk warga Tapsel yang menjadi korban banjir. Apalagi yang setelah bencana kehilangan pekerjaan,” jelasnya.
Dia menjanjikan skema pembiayaan itu akan diproses dengan cepat agar penerima manfaat bisa langsung berusaha dan tentu saja pembayarannya ditanggung renteng.
“Khusus untuk pendanaan atau pengembalian dana kredit, kita sudah siapkan Sumut Link. Jadi ketika mereka sudah menerima pembiayaan, untuk pengembaliannya bisa melalui Sumut Link.”
Heru menjelaskan Sumut Link ini sebenarnya produk Bank Sumut tanpa kantor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-didampingi-Bupati-Tapsel-Gus-Irawan-1.jpg)