Berita Viral

Nasib Pemain Muda Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis Dilarang Main Setahun Imbas Tendangan Kungfu

Bos Dewa United cukup kaget ternyata Rakha Nurkholis yang menjadi korban mendapatkan hukuman juga dari Komdis PSSI.

Tayang:
Instagram @alberto_10
TENDANGAN KUNGFU- Fadly Alberto Hengga mendapat kecaman setelah melakukan tendangan kungfu pada pemain Dewa United dalam laga EPA U20. Ia pun bakal mendapat sanksi tegas. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib pemain muda dari Bhayangkara FC, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis dari Dewa United dihukum dilarang main selama setahun.

Hukuman itu diberikan Komdis PSSI usai adanya kejadian tendangan kungfu yang hadir di laga pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, yang melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, disanksi hukuman larangan bermain selama satu tahun.

Hukuman yang sama juga didapatkan oleh Rakha Nurkholis.

Baca juga: Diisukan Pindah Markas ke Sumatera Utara, Bos Dewa United Bantah, Tegaskan Tetap di Banten

TENDANGAN KUNGFU- Aksi Fadly Alberto, menjadi sorotan setelah melakukan tendangan kungfu yang menyerang pemain Dewa United.
TENDANGAN KUNGFU- Aksi Fadly Alberto, menjadi sorotan setelah melakukan tendangan kungfu yang menyerang pemain Dewa United. (TRIBUN MEDAN/HO/IST/Tangkap Layar/X/facebook)

Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, membenarkan hukuman dari Komdis PSSI yang sudah diterima oleh klub berjulukkan Banten Warriors tersebut.

Ardian tidak tahu hukuman apa yang didapatkan oleh Fadly Alberto di Bhayangkara FC U-20.

Ia hanya cukup kaget ternyata Rakha Nurkholis yang menjadi korban mendapatkan hukuman juga dari Komdis PSSI.

"Sanksi untuk Dewa United U-20 sudah turun."

"Saya tidak tahu sanksi seperti apa yang diberikan kepada Bhayangkara FC U-20," kata Ardian kepada BolaSport.com.

Baca juga: Diancam Noel Gugat Rp 300 Triliun, KPK Minta Fokus Di Persidangan, Disampaikan Lewat Bukti

"Ada hukuman larangan bermain satu tahun (Rakha Nurkholis)," lanjutnya.

Ardian memberikan pesan kepada para pemain muda Dewa United U-20. 

Hukuman ini menjadi pengingat bahwa bermain sepak bola harus bisa lebih bersabar.

"Semoga ini menjadi pelajaran untuk semua."

"Para pemain Dewa United U-20 bisa belajar dari hari ini dan tidak mengulangi lagi kejadian ke depannya."

"Terakhir, semoga Komdis PSSI bisa lebih adil," kata Ardian.

Baca juga: 4 Bulan Terakhir Satreskrim Polres Binjai Ungkap 24 Perkara, Kasus Curat Mendominan

Sejauh ini, Ardian belum berencana untuk melakukan banding.

Pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti yang membuat pertandingan berakhir dengan kerusuhan.
 
"Lagi dipertimbangkan untuk banding karena kami sedang mengumpulkan bukti-buktinya."
 
"Setelah terkumpul, mungkin baru akan banding."
 
"Tujuannya biar Komdis PSSI juga bisa menilai seharusnya seperti apa," kata Ardian.
 
Sebelumnya, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis sudah saling memaafkan. 

Skuad Bhayangkara FC U-20 datang langsung ke Dewa UnitedU-20 untuk bertemu di Dewa United Arena, Tangerang, pekan lalu.

Dalam acara mediasi itu, keduanya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. 

Termasuk Dewa United U-20 yang tidak mengambil ke jalur hukum akibat kejadian dari Fadly Alberto.

"Kemarin kami bicara semua untuk mediasi dan orang tua dari anak-anak Dewa United U-20 juga berpendapat."

"Kami saling memaafkan dan biar sama-sama belajar untuk ke depannya."

"Masa depan pemain juga masih jauh dan biarkan ini menjadi sebuah pembelajaran untuk mereka semuanya," tutup Ardian.

(tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved