PSMS Medan

Aji Riduan Jadi Caretaker PSMS U-19, Bidik Kebangkitan di Tiga Laga Sisa EPA 2025/2026

Aji Riduan Mas Alex resmi menjadi caretaker pelatih dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PSMS MEDAN U19- Pelatih Caretaker PSMS Medan U-19 Aji Riduan Mas Alex. Dirinya resmi melanjutkan tongkat estafet kepelatihan menggantikan posisi Kas Hartadi yang sebelumnya memutuskan mundur dari kursi pelatih kepala. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Aji Riduan Mas Alex resmi menjadi caretaker pelatih dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026.

Ia menggantikan posisi Kas Hartadi yang sebelumnya memutuskan mundur dari kursi pelatih kepala.

Penunjukan ini terbilang logis, mengingat Aji Riduan merupakan sosok yang selama ini berada di balik layar sebagai asisten pelatih Kas Hartadi. Ia dinilai paling memahami program, filosofi permainan, serta karakter para pemain yang telah dibangun sejak awal musim.

Dengan status caretaker, Aji Riduan akan melanjutkan tongkat estafet kepelatihan sekaligus memastikan stabilitas tim tetap terjaga di tengah perubahan.

Ketika dikonfirmasi, Aji menegaskan bahwa program yang telah dirancang sebelumnya tidak akan banyak mengalami perubahan, apalagi pihaknya akan tetap menjalin komunikasi dengan Kas Hartadi.

“Selama ini saya sebagai asisten pelatih, jadi program yang sudah dibuat akan tetap kita jalankan. Saya juga tetap berkomunikasi dengan coach Kas Hartadi,” kata Aji Riduan kepada Tribun Medan melalui seluler.

Lebih lanjut, Aji Riduan menekankan kepada para pemain bahwa pergantian pelatih merupakan bagian dari dinamika dalam dunia sepak bola profesional. Ia meminta skuad muda Ayam Kinantan untuk tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh situasi tersebut.

“Ini risiko pekerjaan. Jadi siapapun yang ada di manajemen, khususnya pemain, tidak boleh berpikiran macam-macam. Harus tetap semangat,” tegasnya.

Saat ini, tim PSMS Medan U-19 masih terpuruk di dasar klasemen Grup C dengan koleksi dua poin dari hasil dua kali imbang dan tiga kekalahan. Peluang mereka untuk melangkah ke fase berikutnya kian menipis, meski kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan tersisa yang harus dimaksimalkan.

Menghadapi tiga pertandingan tersisa di putaran kedua, Aji Riduan mengaku tengah berupaya membangkitkan mental dan performa tim. Ia ingin para pemain menunjukkan karakter sebagai bagian dari PSMS Medan dan tidak mengalami penurunan motivasi di lapangan.

“Masih ada tiga pertandingan lagi. Saya ingin anak-anak bisa menaikkan tren permainan. Tunjukkan bahwa kalian pemain PSMS Medan, jangan sampai drop,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persiapan tim sejak awal musim memang tidak berjalan ideal. Waktu yang terbatas, termasuk masa persiapan yang bertepatan dengan bulan puasa dan Lebaran, membuat tim belum sepenuhnya solid baik dari segi pemahaman individu maupun kekompakan tim.

“Persiapan kita memang singkat, hanya beberapa hari berkumpul dan langsung bertanding. Bahkan tidak semua pemain hadir, jadi kita belum maksimal memahami kemampuan individu mereka,” jelasnya.

Selain itu, perbedaan latar belakang pemain yang berasal dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) turut menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, kualitas pemain yang beragam membuat proses pembentukan tim membutuhkan waktu dan kesabaran lebih.

“Ada yang menonjol, ada juga yang masih jauh dari harapan. Ini yang harus kita hadapi dan terus kita dorong supaya mereka berkembang,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved