PSMS Medan
HUT ke-76 PSMS Medan, Presiden Fendi Jonathan Targetkan Kebangkitan dan Promosi Liga 1 Musim Depan
Tim PSMS Medan, genap berusia 76 tahun pada Selasa (21/4/2026). Momentum hari jadi ini menjadi refleksi sekaligus harapan besar bagi seluruh elemen.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tim PSMS Medan, genap berusia 76 tahun pada Selasa (21/4/2026). Momentum hari jadi ini menjadi refleksi sekaligus harapan besar bagi seluruh elemen tim berjuluk Ayam Kinantan untuk bangkit di Pegadaian Championship musim 2025/2026, dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, menyampaikan bahwa pertambahan usia ini, PSMS harus mampu menunjukkan peningkatan performa dan soliditas tim. Ia juga menaruh harapan besar agar musim depan menjadi titik balik kebangkitan Ayam Kinantan di kasta kedua Liga Indonesia, sehingga target utama promosi ke Super League bisa tercapai.
“Semoga di ulang tahun ke-76 ini kita bisa lebih baik lagi. PSMS harus lebih perform, lebih solid. Target kita jelas, musim depan bisa promosi ke Liga 1,” ujar Fendi kepada Tribun Medan.
Tak hanya soal prestasi, Fendi Jonathan juga menyinggung harapan agar PSMS Medan dapat kembali bermarkas di Stadion Teladan, yang selama ini menjadi ikon sekaligus rumah bersejarah bagi klub.
Fendi sangat berharap ada dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya Wali Kota Medan, dapat mewujudkan keinginan tersebut setelah seluruh tahapan revitalisasi Stadion Teladan rampung sepenuhnya. Sehingga PSMS bisa kembali bermain di hadapan publik sendiri dengan atmosfer yang lebih layak, aman, dan representatif.
“Harapan kita tentu bisa kembali ke Stadion Teladan. Kita serahkan kembali ke Pak Wali Kota, semoga doa kita didengar,” ucapnya.
Mengelola klub sebesar PSMS Medan, menurut Fendi, bukan tanpa tantangan. Ia mengakui tekanan besar selalu datang, terutama saat tim meraih hasil buruk. Bahkan, ia mengungkapkan kerap memikirkan kondisi tim hingga lupa waktu untuk beristirahat.
“Setiap pertandingan pasti ada struggle. Kalau kalah, itu luar biasa terasa. Sampai tidur pun kepikiran PSMS, dari mencari pemain sampai memikirkan tim ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Fendu juga mengakui selama ini banyak tekanan dari suporter maupun komentar di media sosial. Menurutnya, tidak semua kritik harus direspons secara emosional, meskipun diakuinya ada kalanya komentar yang bersifat personal bisa memancing emosi.
“Kalau tekanan dari netizen, kadang tidak saya ambil pusing karena mereka tidak tahu kondisi sebenarnya di dalam tim. Tapi kalau sudah personal, ya kadang emosi juga. Namun kita harus tetap sabar,” jelasnya.
Melihat perjalanan PSMS Medan musim ini, tim berjuluk Ayam Kinantan harus menghadapi berbagai rintangan hingga akhirnya kembali dipastikan gagal merebut tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia.
Hingga saat ini, PSMS masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Grup A dengan koleksi 34 poin, hasil dari sembilan kemenangan, tujuh kali imbang, dan sembilan kekalahan. Capaian tersebut tentu jauh dari ekspektasi para pendukung yang sejak awal musim menaruh harapan besar agar PSMS bisa kembali promosi ke Super League.
Kondisi ini diakui tidak lepas dari persiapan tim yang terbilang minim. Manajemen hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk membentuk skuad sebelum kompetisi dimulai, sehingga berdampak pada kurang optimalnya performa tim sepanjang musim.
Meski demikian, Fendi, memastikan bahwa manajemen akan melakukan pembenahan secara menyeluruh dan lebih serius menghadapi musim depan.
Ia menegaskan, langkah perbaikan bahkan sudah mulai dilakukan sejak sekarang. Manajemen tengah bergerak memetakan kebutuhan tim, termasuk menyusun daftar pemain yang akan direkrut guna memperkuat komposisi skuad.
Fendi juga mengungkapkan bahwa proses pemantauan hingga komunikasi dengan sejumlah pemain sudah berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan PSMS Medan memiliki tim yang lebih siap, solid, dan kompetitif dalam mengarungi musim berikutnya, dengan target utama kembali bersaing di papan atas dan membuka peluang promosi.
“Kita sudah mulai persiapan. Pemain dan pelatih sudah kita rencanakan. Saya juga sudah mulai komunikasi dengan beberapa pemain, tanya kontrak mereka, dan membuka pembicaraan untuk bergabung ke PSMS,” ungkapnya.
Selain fokus pada tim senior, PSMS Medan juga berkomitmen mengembangkan pembinaan usia muda melalui Elite Pro Academy (EPA). Hal ini dianggap penting untuk menciptakan regenerasi pemain dan menjaga keberlangsungan prestasi klub.
“Kita tidak hanya fokus di senior, tapi juga di junior melalui EPA. Itu penting untuk masa depan PSMS,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada tim, Fendi juga mengajak seluruh suporter PSMS Medan untuk tetap solid dan tidak terpecah belah. Ia menekankan pentingnya persatuan demi menjaga nama besar klub agar tetap dihormati.
“Untuk suporter, tidak usah ribut atau berantem. Kita ini sama-sama mendukung PSMS, bukan saling berlawanan. Jangan sampai kita dipandang rendah oleh suporter lain. Mari kita rukun dan jaga nama besar PSMS,” pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Lolos dari Degradasi, PSMS Medan Tetap Fokus Sapu Bersih Dua Laga Tersisa |
|
|---|
| Pelatih Sriwijaya FC Iwan Setiawan Minta Maaf ke Suporter PSMS, Gestur Jempol ke Bawah Picu Amarah |
|
|---|
| PSMS Medan Tundukkan Sriwijaya FC 1-0 dan Pastikan Lolos dari Ancaman Degradasi |
|
|---|
| PSMS Medan Tumbangkan Sriwijaya FC 1-0, Meski Sempat Bermain 10 Orang |
|
|---|
| Gol Cepat Cadenazzi Bawa PSMS Ungguli Sriwijaya 1-0 di Babak Pertama Meski Harus Bermain 10 Pemain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Logo-PSMS-Medan-TERKINI.jpg)