PSDS Deli Serdang

Terpuruk ke Liga 4, PSDS Deli Serdang Dinilai Kehilangan Roh Pemain Lokal

PSDS Deliserdang harus menelan kenyataan pahit setelah resmi terdegradasi dari Liga Nusantara Indonesia musim 2025/2026.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
LOGO PSDS - PSDS Deliserdang harus degradasi dari Liga Nusantara musim 2025/2026 ke Liga 4 Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSDS Deliserdang harus menelan kenyataan pahit setelah resmi terdegradasi dari Liga Nusantara Indonesia musim 2025/2026. Tim berjuluk Traktor Kuning itu dipastikan turun ke Liga 4 setelah kalah tipis 0-1 dari Persitara Jakarta Utara pada babak play-off degradasi yang berlangsung di Stadion UNS Solo, Minggu (1/2/2026) sore.

Laga hidup-mati tersebut berjalan sangat ketat sejak menit pertama. Kedua tim tampil agresif, saling menekan, dan berusaha mendominasi permainan dengan skema berbeda. PSDS sebenarnya beberapa kali mampu membangun serangan berbahaya melalui transisi cepat dan bola-bola sayap, terutama di babak pertama hingga pertengahan babak kedua. 

Namun lemahnya penyelesaian akhir serta kurangnya ketenangan di kotak penalti membuat sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.

Di sisi lain, Persitara Jakarta Utara tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momen. Setelah bermain cukup sabar dan disiplin, mereka akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-77 melalui gol tunggal Ikhsan Nur Fadilah. 

Gol tersebut berawal dari serangan balik cepat dari sisi kanan pertahanan PSDS, diakhiri dengan tembakan terukur yang tak mampu dihalau kiper maupun lini belakang Traktor Kuning.

Tertinggal satu gol, PSDS Deliserdang mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Pelatih menginstruksikan pemain untuk lebih berani menekan, memainkan bola-bola panjang, serta melakukan kombinasi dari lini tengah guna membuka celah pertahanan Persitara. Namun solidnya organisasi bertahan lawan, ditambah kurang tenangnya penyelesaian akhir pemain PSDS, membuat upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-1 untuk kemenangan Persitara Jakarta Utara. Hasil ini memastikan PSDS Deliserdang harus turun kasta ke Liga 4 pada musim depan, sebuah pukulan berat bagi klub kebanggaan masyarakat Deli Serdang.

Degradasi ini menuai kekecewaan mendalam dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain sekaligus mantan asisten pelatih dan caretaker PSDS Deliserdang, Imam Faisal. Sebagai sosok yang pernah membela PSDS sejak level junior hingga senior, ia mengaku terpukul melihat klub yang ia cintai terpuruk hingga harus turun ke Liga 4.

Dengan nada emosional, Imam menilai bahwa kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai persoalan, terutama lemahnya dukungan finansial dan perhatian pemerintah daerah terhadap klub.

“Perasaan saya sangat sedih sebagai mantan pemain, tidak bisa terbilang lagi. Dari awal sebenarnya pemerintah daerah kurang peduli terhadap PSDS,” ujar Imam Faisal kepada Tribun Medan. 

Ia menjelaskan bahwa PSDS berada dalam dilema sepanjang musim ini. Di satu sisi, jika klub tidak mengikuti kompetisi, PSDS berpotensi mendapat sanksi dan otomatis terdegradasi. Namun di sisi lain, tetap berkompetisi tanpa dukungan dana yang memadai membuat perjuangan bertahan di Liga Nusantara semakin berat.

Imam juga menyoroti struktur pengelolaan tim yang menurutnya kurang merepresentasikan kepentingan daerah. Menurutnya, dominasi manajemen dan pemain dari luar daerah membuat identitas PSDS sebagai klub kebanggaan Deli Serdang semakin memudar.

“Kalau kita tidak ikut kompetisi pun, kita kena sanksi. Tapi ketika ikut, kita juga dengan biaya perjalanan selama Liga 3. Manajemennya juga mayoritas orang luar daerah, pelatih dari mereka, pemain dari mereka. Seolah-olah PSDS hanya dipinjam namanya saja,” tambahnya.

Lebih jauh, Imam menegaskan bahwa akar persoalan PSDS adalah keterbatasan finansial yang berdampak pada kualitas tim, perekrutan pemain, serta stabilitas klub secara keseluruhan.

“Intinya ini masalah finansial. Kalau dananya ada, Insya Allah tim ini bagus. Tapi sponsor dan donatur kurang mendukung, akhirnya PSDS sulit bersaing,” jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved