PSDS Deli Serdang
PSDS Deli Serdang Kian Terpuruk, Begini Respon Mantan Pemain dan Pemkab
PSDS Deli Serdang masih menghadapi situasi buruk di kasta ketiga persepakbolaan Indonesia.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - PSDS Deli Serdang masih menghadapi situasi buruk di kasta ketiga persepakbolaan Indonesia. Ancaman degradasi terus menghantui tim berjuluk Traktor Kuning ini. Dengan finansial yang tidak memadai sisa pertandingan terus dihadapi. Tim telah tiba di Solo untuk mempersiapkan diri menghadapi babak play-off degradasi Liga Nusantara musim 2025/2026.
Mantan pemain PSDS, Dosman Sagala mengaku sangat sedih dengan kondisi PSDS sekarang. Yang dipandang saat ini adalah kurangnya perhatian dari Pemkab Deli Serdang. Disebut berbicara sepakbola tidak bisa kalau tanpa finansial.
"Kalau kami mantan-mantan ini nggak pernah campuri tim. Cuma kalau Pemkab memang nggak support yang namanya PSDS ini ngapain ikut. Kan ada 3 tim juga itu tidak ikut termasuk Persikabo. Sekarang ikut tapi yang merasa memiliki kek gini (kurang memberikan perhatian)," ujar Dosman Sagala, Kamis (29/1/2026).
Dosman yang juga pernah ditunjuk sebagai Pelatih PSDS merasa jika memang secara finansial belum mampu nggak perlu dipaksakan untuk ngotot ikut. Apalagi jika dilihat tidak ada perhatian dan kepedulian Pemkab.
"Ngapain lagi kalau kepala rumah tangga nggak perduli, kok kita pula mau sibuk. Bagus nggak ikut sekalian malu. Ikut tapi terus pembicaraan? (kekurangan finansial). Itu sih menurut saya," kata Dosman.
Mantan pemain Pelita Jaya ini menyebut tanpa perhatian Pemerintah dianggap tidak mungkin PSDS bisa bangkit karena tidak ada yang bisa dijual atau dibanggakan. Kalaupun tidak bisa mengeluarkan biaya dari APBD harusnya bisa dikasih perhatian, jalan dan petunjuk dari orang nomor 1.
"Apa yang mau dibuat kalau dana tidak ada. Kalau orang nomor 1 kasih perhatian pasti orang lain mau (ikut beri perhatian)," katanya.
Kritikan kepada managemen juga tidak lupa diberikan Dosman. Disebut jika memang nggak mampu dan nggak kuat dengan situasi yang ada lebih baik meninggalkannya.
Sementara itu Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Deli Serdang, Baginda Thomas Harahap menegaskan sesuai regulasi tidak bisa ditampung untuk pembiayaan PSDS di APBD. Sebab PSDS sudah bermain di liga nasional atau liga profesional.
"Regulasinya yang boleh ditampung APBD itu jangan yang profesional. Kalau sudah liga nasional nggak bisa pakai APBD. Diatur itu dipedoman penyusunan APBD. Zaman dulu saat perserikatan itu bisa ditampung di APBD," kata Thomas.
Meski saat ini PSDS berada di kasta ketiga namun tetap saja sudah dianggap sebagai liga tingkat nasional.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti ju ga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Terpuruk ke Liga 4, PSDS Deli Serdang Dinilai Kehilangan Roh Pemain Lokal |
|
|---|
| PSDS Deliserdang Akan Menghadapi Persitara di Play-off Degradasi Liga Nusantara 2025/2026 |
|
|---|
| PSDS Deliserdang Diuntungkan Hasil Imbang Persipa, Selangkah Lagi Bertahan di Liga Nusantara |
|
|---|
| Dihantam Dejan FC 0-5, PSDS Deli Serdang Terjepit dan Terancam Play Off Degradasi |
|
|---|
| Ujian Berat Traktor Kuning, PSDS Deliserdang Target Curi Poin Lawan Dejan FC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tim-PSDS-Deli-Serdang-ketika-melakukan-persiapan-di-Stadion-Baharoeddin-Siregar_.jpg)