Breaking News

Sumut Terkini

Siantar Krisis Petani Muda, Pemko Siantar Sebut Mayoritas Petani Berusia 55 Tahun Lebih

Pria yang akrab disapa Mean ini menyebut budaya bertani tradisional masih dilaksanakan hingga hari ini.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
IST
Potret Wajah Petani di Kelurahan Bah Sorma saat menyambut kedatangan Pemko Pematangsiantar tahun 2025 lalu. Mayoritas petani berusia di atas 55 tahun 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Pemerintah Kota Pematangsiantar lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengakui adanya tantangan dalam mempertahankan produksi pertanian beberapa tahun ke depan.

Pasalnya, mayoritas petani berada pada rentang usia 55 tahun ke atas. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, L Pardamean Manurung.

Pria yang akrab disapa Mean ini menyebut budaya bertani tradisional masih dilaksanakan hingga hari ini.

“Sementara para remaja dan generasi penerus di keluarga petani tersebut enggan meneruskan profesi mulia itu. Banyak dari mereka memilih karier merantau atau bekerja di luar bidang pertanian,” kata Mean. 

Bagi Mean, hal ini pun menjadi tantangan dalam perubahan mindset anak muda terhadap dunia pertanian. Padahal Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebenarnya terus menerus melakukan upaya edukasi dengan aksi penyuluhan. 

“Sudah. Kita pun sudah terus menerus lewat Petugas Penyuluh Pertanian agar pertanian orangtuanya ini dilanjutkan ke anaknya. Sehingga sedini mungkin anak-anak mereka belajar tentang pertanian,” kata Mean.

“Kalau dibuat rasio generasi yang mau melanjutkan pertanian ini, paling 5 dari 100 keluarga petani. Yang lainnya lebih hobi kerja di tempat lain walaupun di sektor informal sekalipun,” kata Mean.

Akibat fenomena ini, luasan pertanian di Kota Pematangsiantar setiap tahun mengalami penurunan. Lahan-lahan yang mati tersebut lambat laun dijual dan menjadi kavling, perumahan, hingga area kosong.

Total luas lahan pertanian di Kota Pematangsiantar tercatat sekitar 2.000 hektar, dengan rincian lahan sawah seluas 1.279 hektar. Luas ini terus mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan seiring bertambahnya permukiman dan pembangunan di wilayah perkotaan.

Bantu Bibit Padi dan Jagung Unggul 


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hingga kini terus membantu merangsang produksi pertanian agar bertahan setiap tahunnya. Pada tahun 2026 ini, dinas mengalokasikan pupuk bersubsidi di Kota Pematangsiantar dengan rincian yakni Urea : 897 ton; NPK : 875 ton; dan Organik : 20 ton.


Di tahun ini juga, Pemko memberikan bantuan bibit padi unggul sebanyak 15.000 kg dan jagung unggul sebanyak 500 kg. 


Adapun kelompok tani (poktan) di Siantar terbesar berada di empat kecamatan, yakni Kec. Siantar Marimbun sebanyak 39 Poktan; Kec. Siantar Marihat sebanyak 23 Poktan; Kec. Siantar Sitalasari sebanyak 27 Poktan; dan Kec. Siantar Martoba dengan 19 Poktan. 

(alj/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Tags
petani
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved