Sumut Terkini
Presiden Prabowo Sumbang 34 Ekor Sapi untuk Idul Adha di Sumut
Presiden RI Prabowo Subianto menyumbang 34 ekor sapi untuk dikurbankan pada saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Presiden RI Prabowo Subianto menyumbang 34 ekor sapi untuk dikurbankan pada saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Sumut tahun ini
Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Perangin-angin, Rabu (20/5/2026).
Dikatakannya, dari 34 itu, 33 ekor sapi kurban itu diperuntukkan bagi masing-masing Kabupaten/Kota. Dan satu ekor sapi lainnya diberiikan untuk Pemprov Sumut.
“Bobot sapi yang dikurbankan presiden ini sangat besar berkisar 800 kilogram hingga ada yang 1 ton dan keseluruhan sapi program bantuan masyarakat ini asli dari peternak kita di Sumut,” ucapnya.
Namun, Yusfhari tak merinci secara detail, keseluruhan sapi kurban tersebut diambil dari daerah mana di kab/kota Sumut
Dikatakanya, pihaknya memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman, dengan distribusi yang terkendali serta pengawasan kesehatan ternak yang dilakukan secara rutin.
“hewan sapi yang ada di Sumut, saat ini ada sebanyak 748.000 ekor. Ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha yang biasanya kurban sapi berkisar 2.500 hingga 5.000 ekor,” ucapnya.
Selain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut, Yusfahri mengatakan daerah ini juga menjadi pemasok hewan kurban untuk sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Barat dan Riau.
Dijelaskannya, para peternak di Sumut dalam dua tahun terakhir telah mempersiapkan ketersediaan sapi kurban berukuran besar. Namun, belum seluruh daerah mampu menyediakannya sehingga distribusi masih dilakukan dengan sistem subsidi silang.
“Selama dua tahun ini petani kita memang sudah memacu ketersediaan sapi kurban yang berukuran besar, tapi memang sifatnya hingga saat ini masih subsidi silang, seperti Nias, Tapanuli dan Sibolga masih kita suplai dari Simalungun, Langkat juga Binjai,” terangnya.
Dikatakannya, pihaknya terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan sehat, tidak cacat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat usia, yakni sapi minimal berusia dua tahun dan kambing minimal satu tahun.
“Pemotongan hewan juga seharusnya mengikuti kaidah, sebaiknya dilakukan oleh juru sembelih yang bersertifikat, makanya kita sarankan penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH),” ucapnya.
Dijelaskannya juga, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota untuk menyosialisasikan standar pemotongan hewan kurban.
“Kami akan tetap terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban serta pemantauan penyembelihan hewan kurban. Kita akan berupaya agar hewan yang dikurbankan memenuhi standar higienis, bersih dan halal,” jelasnya.
(Cr5/tribun-medan com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Setelah Ditangkap Polisi, Begini Dalih Penanam Puluhan Batang Ganja di Deli Serdang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Rusak di Kecamatan Selesai Jadi Prioritas, Ondim Ingatkan Truk Melebihi Tonase |
|
|---|
| Sudah Diintai, BNN Sumut Tangkap Suami Istri di Medan Terkait 2 Kg Sabu-sabu dan Happy Water |
|
|---|
| 39 Perlintasan Sebidang Liar di Sumut Rampung Ditutup, Terakhir di Deli Serdang |
|
|---|
| 39 Perlintasan Sebidang Liar Kereta Api di Sumut Rampung Ditutup, Terakhir di Deli Serdang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sekretaris-Dinas-Pertanian-dan-Ketahanan-Pangan-Provinsi-Sumut-Yusfahri-11.jpg)