Sambut Delegasi Sumatera, Dubes Djauhari Sebut Kerjasama RI-Tiongkok Capai 168,8 Miliar Dolar AS
Tiongkok ini adalah partner dagang kita yang paling besar di dunia. Dengan Tiongkok itu, volume perdagangan kita sudah 168,7 miliar dolar AS
Untuk mengobati kerinduan delegasi atas cita rasa makanan Tanah Air, Dubes Djauhari menyiapkan makan malam dengan hidangan Indonesia. Satu di antara hidangan yang mengobati kerinduan delegasi Sumatera yakni bubur sumsum.
Delegasi Sumatera yang hadir di Keduta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing berasal dari Sumut, Sumbar dan Aceh. Delegasi berada di Tiongkok sejak 10-18 Mei 2026.
Delegasi yang hadir antara lain ulama, akademisi dan tokoh masyarakat. Mereka yang ikut di antaranya, Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua Umum MUI Sumut HM Jamil, Ketua FKUB Sumut M Hatta Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Agussani, Ketua Yayasan Panca Budi Siti Khadijah, Perwakilan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Panca Budi Ahmad Baqi Arifin, Ketua Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa, serta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar.
Selain mengunjungi KBRI, delegasi juga menyambangi dua tempat yakni museum dan Istana Musim Panas Beijing.
Kunjunan di museum untuk mengetahui perjuangan masyarakat Tiongkok selama lebih dari 100 tahun serta perkembangan sejarah modern Tiongkok.
Delegasi juga mengunjungi Istana Musim Panas Beijing. Istana Musim Panas yang terletak di bagian barat laut Beijing dibangun dengan lanskap utama Danau Kunming dan Bukit Panjang Umur. Kompleks ini dikenal sebagai salah satu taman kekaisaran paling lengkap yang masih terjaga di China dan dijuluki sebagai “Museum Taman Kerajaan”.
Kawasan tersebut memadukan konsep taman khas Jiangnan dengan gaya arsitektur tradisional kekaisaran China. Pada 1998, UNESCO menetapkan Istana Musim Panas sebagai Situs Warisan Dunia.
Saat ini, luas kawasan Istana Musim Panas mencapai sekitar 300 hektare dengan Danau Kunming mencakup hampir tiga perempat area keseluruhan.
Istana Musim Panas yang masih ada saat ini terbentuk pada masa Dinasti Qing, khususnya era Kaisar Qianlong. Pada masa itu, pemerintah Qing melakukan perluasan besar-besaran terhadap taman tersebut dan menamainya “Qingyiyuan”, yang menggambarkan air danau yang jernih dan tenang.
Bangunan, koridor panjang, istana, serta tata ruang taman di kawasan itu mencerminkan ciri khas seni taman kerajaan tradisional China. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KBRI-Beijing.jpg)