Lakalantas Maut di Tol Sergai
Kisah Warga Tanjung Mulia yang Jadi Penumpang Bus Halmahera, Ibu Tewas dalam Kecelakaan
Penumpang bus Halmahera yang mengalami kecelakaan di jalur tol Tebing Tinggi Medan Km 63+200 kawasan Perbaungan Kabupaten Sergai.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Kecelakaan maut melibatkan bus Halmahera terjadi di jalur tol Tebing Tinggi–Medan Km 63+200, kawasan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin (11/5/2026).
Peristiwa tragis ini dilaporkan menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus Halmahera tersebut sempat menabrak mobil pick up pengangkut ayam potong sebelum akhirnya mengalami kecelakaan parah.
Sopir mobil pick up beserta kernetnya turut menjadi korban dalam insiden ini dan kini tengah menjalani perawatan medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum dapat memastikan penyebab pasti dari kecelakaan maut tersebut.
Kondisi di lokasi kejadian sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas sebelum petugas berhasil mengevakuasi badan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Pihak pengelola jalan tol dan kepolisian terus berkoordinasi untuk mengumpulkan keterangan saksi guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa ini.
Korban Dirawat di Tiga RS Lubuk Pakam, Keluarga Korban asal Medan Berduka
Seluruh korban luka maupun meninggal dunia dalam kecelakaan ini dievakuasi ke tiga rumah sakit yang berada di kawasan Lubuk Pakam, Deli Serdang.
Sebanyak 4 korban luka dirawat di RS Grand Med, sementara korban lainnya mendapatkan penanganan medis di RS Sari Mutiara dan RS Patar Asih.
Pantauan di ruang IGD RS Sari Mutiara dan RS Grand Med menunjukkan suasana penuh sesak oleh pasien serta keluarga korban yang datang dalam kondisi panik.
Salah satu keluarga korban, Prana, menyebutkan bahwa neneknya yang bernama Risiani (80) menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut.
Keluarga tersebut diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Tanjung Mulia, Medan, setelah melakukan perjalanan dari Dumai.
"Om saya bernama Jon dan Tante Titin dirawat di IGD, kalau nenek meninggal dunia," ujar Prana saat ditemui di rumah sakit.
Risiani sebelumnya berada di Dumai untuk menghabiskan waktu lebaran dan dijemput oleh anak serta menantunya untuk kembali ke rumah di Medan.
Pihak rumah sakit terus berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi para korban luka yang sebagian besar masih dalam kondisi trauma berat.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penumpang-bus-Halmahera-yang-merupakan-pasutri-Jon-dan-Titi111.jpg)