Sumut Terkini
Melva Ajak Anak Muda Menyukai Lagu Keroncong, Sofyan Tan Siap Bantu & Fasilitasi Delirama Keroncong
Lewat eksperimen kreatifnya, ia mengubah musik dan nada beberapa lagu-lagu populer menjadi nuansa musik keroncong.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Jika biasanya musik keroncong identik dengan bayangan alunan tembang jawa yang mendayu, di tangan Melva Safira (26) musik jadul ini disulap jadi lebih keren, menarik dan relevan ditelinga anak muda mulai dari Kaum Milenial hingga Generasi-Z (Genz)
Lewat eksperimen kreatifnya, ia mengubah musik dan nada beberapa lagu-lagu populer menjadi nuansa musik keroncong.
Hal itu terlihat oleh Tribun Medan, saat ia menyanyikan sebuah lagu pop di kegiatan Semarak Budaya yang diadakan oleh Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan Bersma Kementerian Kebudayaan di Komunitas Keroncong Delirama, Kabupaten Deliserdamg, Sabtu (9/5/2026).
Suaranya saat menyanyikan bait lagu pop menjadi genre keroncong cukup jernih dan orisinal. Bahkan makna lagunya juga lebih terasa.
Meski usianya masih cukup muda, ia dengan berani dan tanpa malu mengeluarkan suara syahdunya untuk menyanyikan lagu pop ke genre keronocng
Saat didekati, Melva mengatakan, sudah sebulan mempelajari musik genre keroncong. Baginya, keroncong adalah genre masik warisan musik yang harus tetap dilestarikan.
Anak kedua dari empat saudara ini mengakkuk, awal mula ia mendengar lagu keroncong cukup mematiknya untuk mencari lebih tahu musik lawas tersebut.
"Kebetulan memang hobinya nyanyi. Biasanya saya nyanyi genre dangdut. Tapi beberapa waktu lalu saya dengar lagu-lagu keroncong, kok kayaknya bawaanya jadi tenang dan syahdu. Akhirnya saya belajar otodidak cari tahu keroncong ini," terangnya.
Namun setelah sebulan mempelajari musik genre keroncong, ia baru mengetahui ada komunitas yang dekat dengan rumahnya.
"Rupanya ada komunitasnya, Keroncong Delirama. Makanya saya bergabung ke sini. Baru dua hari, ternyata ada kegiatan semarak budaya. Jadi saya ikut berpartisipasi menyumbang suara," ucapnya.
Diakuinya, ia menyanyikan lagu pop dalam genre Keroncong, tujuannya untuk mengajak annak muda menjaga dan menghidupkan musik ini kembali.
"Aku ingin memperkenalkan lagu pop juga bisa dibuat ke genre keroncong. Dan biar anak-anak muda seperti aku, apalagi yang memang hobi musik, juga harus bisa mengembangkan keroncong ini. Karena bisa dibilang sekarang keroncong ini budaya warisan yang harus dijaga dan dikembangkan,"katanya.
Baginya, lagu keroncong itu maknanya lebih terasa dan jujur saat didengarkan. Sehingga untuk mereka yang lagi mencari ketenangan, keroncong masuk dalam play list lagunya.
"Keroncong itu musiknya lebih mendayu, dan lembut. Jadi kita dengarnya lebih sampai ke hati. Beda dari nada musik lainnya. Harapannya semoga keroncong terus berkembang dan disukai anak-anak muda," jelasnya
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan, kegiatan semarak budaya ini digelar untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.
"Puncak keroncong dikenal itu pada abad 20, walaupun hari ini kita terseok-seok (keroncong), tetapi kita bisa melihat bahwa keroncong memiliki lagu yang tak lekang oleh waktu. Misal Bengawan Solo dan lain -lain," jelasnya.
Dikatakannya, lagu keroncong bukan hanya membuat orang menjadi masyarat tenang karena politik kala itu.
"Tetapi mampu membuat identitas Indonesia kala itu dan mampu mengobarkan semangat pejuang Indonesia kala itu," jelasnya.
Untuk itu, agar melestarikan warisan budaya keroncong, Sofyan mengatakan akan menyumbangkan Rp 25 juta ke Komunitas Keroncong Delirama.
"Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan untuk komunitas Keroncong Delirama. Agar warisan musik keroncong tetap hidup khususnya di Sumut," jelasnya.
Sementara itu, Pendiri Komunitas Keroncong Delirama Fahrum Permana mengucapkan terima kasih, karena telah memilih keroncong jadi bagian semarak budaya.
"Terimakasih pak Sofyan, Karena memilih kami komunitas keroncong untuk kegiatan semarak budaya. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut," jelasnya.
Fahrum berharap, ke depan keroncong ini bisa jadi aset budaya Indonesia yang diakui oleh Unesco.
"Kami segenap pengurus keroncong berusaha sekuat tenaga, materil dan moril untuk membuat keroncong tetap eksis dan menjadikan keroncong sebagaai budaya Indonesia. Dan berjuang agar keroncong bisa diakui oleh Unesco," tutupnya.
(Cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Sofyan Tan
| Isi Solar Subsidi Pakai Barcode dan Pelat Palsu untuk Dijual Kembali, 2 Truk Diamankan Polda Sumut |
|
|---|
| Pria di Tapteng Cabuli Anak di Bawah Umur, Awalnya Pelaku Berniat Mencuri di Rumah Korban |
|
|---|
| Rayakan Hari Pendidikan Nasional, PT AR Ajak Pelajar dan Mahasiswa Berani Bercita-cita |
|
|---|
| Bupati Asahan Rotasi Asisten dan Kepala Dinas, Berikut Nama-namanya |
|
|---|
| Polres Toba Ringkus Bandar, Pengedar dan Pemakai Sabu, Berikut Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Melva-Safira-foto-bersama-Anggota-Komisi-X-DPR-RI-Sofyan-Tan-dan.jpg)