Sumut Terkini

Gubsu Bobby Nasution Minta BPJS Kesehatan Tindak Tegas RS Penolak Pasien

Bobby Nasution, meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memberikan sanksi tegas terhadap rumah sakit yang menolak pasien.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
SANKSI TEGAS - Gubernur Sumut, Bobby Nasution menerima audiensi Deputi Wilayah I BPJS Kesehatan di Ruang Kerja, Selasa (5/5/2026).Bobby meminta BPJS Kesehatan memberikan sanksi untuk rumah sakit yang menolak pasien. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memberikan sanksi tegas terhadap rumah sakit yang menolak pasien.

Bobby menekankan bahwa layanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting agar warga tidak mengalami kesulitan saat berobat.

Ia menjelaskan bahwa meskipun pihaknya sudah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis cukup dengan KTP, masih banyak warga yang mengeluhkan kendala di lapangan.

"Jika masih ada penolakan dari rumah sakit, diharapkan BPJS Kesehatan dapat memberikan sanksi tegas," ucap Bobby dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2026).

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung percepatan aktivasi kepesertaan agar manfaat layanan dapat dirasakan secara merata.

Bobby menambahkan bahwa capaian UHC di Sumatra Utara berhasil diwujudkan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar tujuh bulan sejak dicanangkan.

Ia sangat berharap dukungan dari seluruh pihak agar program berobat menggunakan KTP ini dapat terus berlanjut melalui kolaborasi yang solid.

"Kami apresiasi dukungan dari semua pihak dalam memperkuat layanan kesehatan di Sumatra Utara, khususnya BPJS Kesehatan, mengingat ini menjadi urusan wajib bagi pemerintah kepada masyarakat," tuturnya.

Sinergi Anggaran Daerah dan Dukungan BPJS untuk Program Berobat Gratis

Selain masalah penolakan pasien, Bobby juga menyoroti perlunya pemerintah kabupaten dan kota untuk mengarahkan alokasi anggaran kesehatan agar lebih tepat sasaran.

Menurutnya, sinergi pembiayaan antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di tengah keterbatasan anggaran provinsi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara jumlah kepesertaan dengan kualitas layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan.

"Masyarakat selalu berharap fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dapat memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan status pasien," tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemprov Sumut merealisasikan program UHC dalam waktu kurang dari setahun.

Pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya serta seluruh pemerintah daerah yang telah mempermudah akses kesehatan bagi warga.

BPJS Kesehatan pun menyatakan dukungan penuh terhadap Program Berobat Gratis (Probis) yang menjadi salah satu program andalan di wilayah Sumatra Utara.

"Kami mendukung penuh seluruh program kesehatan di Sumut, dan terima kasih karena Pemprov memberikan kemudahan kepada masyarakat yang hendak berobat ke rumah sakit," pungkas Akmal.

 

(cr5/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved