Sumut Terkini

Panggilan Kemanusiaan, Aiptu Widodo Donorkan Darah Untuk Pasien Pendarahan di Pakpak Bharat

Mengendarai sepeda motor, ia melesat menembus gerimis malam yang dingin di wilayah Kabupaten yang berada di dataran tinggi.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
DONOR DARAH - Momen personel Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo mendonorkan darahnya untuk nenek 62 tahun bernama Maen Manik, di RSUD Salak, Kamis (23/4/2026). Ia menyebut ini merupakan panggilan kemanusiaan, yang juga seorang Bhayangkara Polri. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mengenakan kemeja kerja berwarna hitam dan celana panjang, Aiptu Widodo, berangkat dari rumah kontrakan menuju RSUD Salak, Pakpak Bharat, Kamis (23/4/2026).

Mengendarai sepeda motor, ia melesat menembus gerimis malam yang dingin di wilayah Kabupaten yang berada di dataran tinggi.

Selama perjalanan kurang lebih berjarak 4 Kilometer dari tempat tinggalnya, tak hentinya ia berdoa, berharap niat baiknya lancar.

Kedatangan penjabat sementara Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pakpak Bharat ini untuk mendonorkan darahnya kepada seorang nenek berusia 62 tahun, bernama Maen Manik, warga Desa Siguang - Guang.

Nenek yang sudah renta ini menderita Pendarahan Saluran Makan Bagian Atas (PSMBA) dan butuh 1 kantong darah golongan B+.

Begitu sampai, ia diarahkan ke Laboratorium RSUD Salak untuk mengecek golongan darah, dan memastikan kondisinya.

Setelah diperiksa, ternyata golongan darah Aiptu Widodo cocok dengan pasien.

Tak berlama-lama, tim medis langsung menancapkan selang untuk menyedot darah Bintara yang pernah berdinas di Bid Humas Polda Sumut.

Usai mencapai 1 kantong, darahnya langsung dibawa ke tim medis untuk diberikan kepada pasien.

"Alhamdulillah hasil uji laboratorium, darah cocok dengan darah dan kondisi Ibu Maen Manik,"kata Aiptu Widodo, Kamis (23/4/2026).

Sesudah menerima darah dari Aiptu Widodo, pihak keluarga pasien tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Sebab, untuk kebutuhan darah di wilayah tersebut terbilang sulit.

Nenek Maen Manik sendiri pada Januari 2006 pernah mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya.

Kaki kanannya patah 4 terbuka, tulang paha patah terbuka dan pecah.

Kemudian, tulang lengan kanannya patah terbuka, perut dilindas ban mobil menyebabkan usus perutnya jebol, melilit ke Jantung.

Total jahitan mulai ujung kaki sampai ujung rambut sebanyak 162 jahitan, yang mengakibatkan cacat permanen.

"Mewakili keluarga Ibu Maen, anaknya yang paling besar mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan, perhatian dan kepedulian yang di berikan oleh Polres Pakpak Bharat melalui Aiptu Widodo."

Aiptu Widodo mengatakan, informasi adanya pasien membutuhkan darah sudah diterima sejak sore tadi.

Ia mendapat kabar dari staf rumah sakit, kalau ada pasien membutuhkan darah.

Tidak menolak. Tapi ia meminta agar donor dilakukan malam hari, karena ia sedang melaksanakan puasa.

Sesudah buka puasa, ia langsung bergegas keluar kontrakan membantu masyarakat.

"Setelah berbuka puasa sunnah, saya langsung meluncur ke RSUD salak, bertemu dengan pasien."

 

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved