Sumut Terkini

Antisipasi Banjir Susulan, Gubsu Bobby Larang Warga Hutanabolon Tinggal di Bantaran Sungai

Gubsu Bobby mengimbau agar warga  tidak tinggal di sekitaran Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
HUTANABOLON BANJIR - Kondisi jalan menuju Kelurahan Hutanabolon, Simpang Sigotom Kecamatan Tukka yang masih digenangi banjir setelah tiga minggu pasca bencana banjir dan longsor di Tapteng, Jumat (19/12/2025). Bobby imbau warga tidak tinggal di sekitaran Hutanabolon Sementara waktu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengimbau agar warga  tidak tinggal di sekitaran Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah sementara waktu.

Menurut Bobby Nasution, Hal itu dikarenakan, Hutanabolon masih sering dilanda banjir, meskipun pihak pemerintah   sudah melakukan  pemasangan tanggul sungai di sekitaran daerah tersebut.

Bobby memastikan normalisasi sungai di Hutanabolon, akan mulai berlangsung setelah Lebaran 

"Sebelum sungai kita normalisasi, kalau bisa kita sampaikan huntara tidak bisa dipinggir sungai dan  rumah yang disewa jangan di bantaran sungai," jelasnya, Selasa (17/3/2026).

Bobby Nasution mengaku, sudah berkali-kali mengimbau warga setempat untuk menjauh dari alokasi bencana tersebut.

"Tapi tetap imbauan terus kita lakukan, karena kita tau juga,  mereka berpuluh-puluh tahun tinggal di situ," ucapnya. 

Saat ini, kata Bobby, pihaknya sudah meminta pihak Dinas Sumber Daya Ari (SDA) untuk melakukan tinjauan.

"oleh karena itu, kita upayakan  sekarang saya minta Dinas SDA untuk tinjau ke sana. Dan  setelah Lebaran  akan kita kerjakan untuk normalisasi sungainya," ucapnya.

Diketahui, beberapa hari lalu, video Hutanabolon kembali dilanda banjir viral di sosial media. Ketinggian air banjir itu pun mencapai 1-2 meter. 

Bupati Tapteng Masinton membenarkan adanya banjir susulan kembali di Hutanabolon beberapa waktu lalu.

"Ya banjir lagi di Hutanabolon Sabtu (14/3/2026) lalu. Belasan warga berhasil dievakuasi," ucapnya. 

Menurutnya, banjir kembali landa kelurahan tersebut karena  tanggung sungai yang dibangun pemerintah kembali jebol.

"Tanggulnya jebol lagi dan rusak lagi. Ini sedang upaya kita lakukan perbaikan secepatnya," jelasnya.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved