Sumut Terkini
Pengamat Politik Sumut Menilai Konflik Israel-Iran Berdampak ke Sistem Perekonomian di Indonesia
Konflik itu semakin ramai saat pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei beserta keluarganya meninggal dunia akibat peperangan tersebut.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Konflik perang antara negara Israel-Iran menghebohkan dunia sejak dua hari belakangan.
Konflik itu semakin ramai saat pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei beserta keluarganya meninggal dunia akibat peperangan tersebut.
Menanggapi itu, Pengamat Politik Sumatera Utara Indra Fauzan mengatakan, konflik di negara Timur Tengah baik itu antara Israel-Iran cukup menguras energi politik dunia.
Hal itu dikarenakan, peperangan tersebut berdampak ke beberapa aspek seperti ekonomi, politik, dan sosial di seluruh negara.
Untuk Indonesia sendiri, kata Fauzan perang ini akan berdampak ke perekonomian secara global. Terutama untuk Indonesia akan berdampak ke perdagangan minyak dan sejenisnya.
"Ya, kalau kita mungkin enggak terdampak secara langsung dari perang itu, ya. Tapi kita akan melihat perekonomian secara global tentunya akan berubah.
Dari sisi Standar perdagangan internasional juga akan berubah, Terutama perdagangan minyak juga akan berpengaruh ya, terhadap situasi konflik di Timur Tengah saat ini,"jelas Ketua Prodi Fakultas Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara kepada Tribun Medan, Minggu (1/3/2026).
Selain itu, ia menilai perang antara Israel-Iran ini belum ada tanda-tanda untuk mereda. Ini akan menjadi dampak yang cukup krusial dari berbagai sisi.
"Ini bisa membuat dunia dalam ketidakpastian global. Terutama dari sisi perekonomian dan perpolitikan," tuturnya.
Untuk itu, menurutnya, Indonesia dalam permasalahan ini harus bersikap netral. Sebab, Indonesia-Iran juga memiliki hubungan perdagangan dan politik yang cukup bagus begitupun sebaliknya.
"Karena untuk melihat situasi ini agar mereda, sikap politik Indonesia harus bersikap netral. Tidak memihak siapapun. Karena konflik negara Timur Tengah selalu menguras energi politik dunia. Ditambah Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi tempat perdagangan internasional yang cukup krusial,"katanya.
Dikatakannya, Jika Iran melakukan perang secara terbuka, status politik dan perekonomian di seluruh dunia menjadi gawat.
"Karena bagaimanapun kan konflik Timur Tengah ini juga akan mempengaruhi perekonomian dunia. Naik turunnya juga akan mempengaruhi perekonomian global," jelasnya.
Dilanjutkannya, meski ada Board Office yang baru ditandatangani beberapa waktu lalu, itu tidak ada sangkut pautnya dengan perang Israel-Iran.
"Memang baru-baru ini ada tandatangan antar beberapa negara termasuk Indonesia. Tapi itu Board Office ( Dewan Perdamaian) Gaza. Jadi saya menila ini belum cukup kuat untuk menengahi perang antara Israel-Iran. Karena Board Office itu isinya perdamaian untuk Gaza," katanya.
Apalagi, lanjutnya, Board Office belum melakukan langkah-langkah yang cukup konkret untuk penanganan Gaza.
"Jadi saya melihat bahwa dengan terjadinya perjanjian internasional itu, tidak menutup kemungkinan juga Board Office memperluas peran terkait dengan perdamaian di Iran atau misalnya pengambil alihan situasi politik oleh Amerika di Iran, misalnya, seperti itu. Tapi masih kecil kemungkinan,"jelasnya.
Namun, Board Office tersebut bisa juga menunjukkan sebaliknya.tidak berperan dalam konflik Israel-Iran.
"Karena bagaimanapun fokus dari Board Office juga hanya untuk menyelesaikan persoalan di Gaza, pembangunan di Gaza, kemudian menyelesaikan konflik di Gaza. Jadi untuk merembet kepada persoalan Iran, saya rasa itu tidak begitu masuk dalam persoalan ini,"ucapnya.
Untuk itu, ia menyarankan Presiden Indonesia harus bersikap jelas. Jangan memihak siapapun.
"Jadi bagaimanapun Indonesia, ya, sikapnya harusnya jelas ya. Kita juga tidak terlalu terlibat dalam konflik antara Amerika, Israel, dan Iran, " ucapnya.
Menurutnya permasalahan ini, menjadi beban politik untuk Indonesia. Jika Indonesia ingin bergabung, harus memiliki organisasi yang cukup besar.
Untuk itu, katanya secara politik tidak berpengaruh secara langsung. Tetapi perang ini akan berdampak di perekonomian di Indonesia.
"Misalnya, pergerakan emas dan minyak, terutama minyak ya, karena kan Selat Hormuz juga menjadi titik krusial perdagangan minyak di dunia internasional. Di geopolitik sendiri, terutama di Timur Tengah, nah, ini menjadi ancaman ya, karena kan ini juga melibatkan banyak negara-negara Arab yang juga terkena dampak dari serangan Iran,"tuturnya.
Ia berharap, seluruh negara di Dunia membantu dengan jalur perdamaian. Bukan dengan keberpihakan.
"Mudah-mudahan, banyak negara tersebut tidak ikut memanaskan situasi konflik di Timur Tengah ini karena dampaknya cukup besar," jelasnya.
Disinggung mengenai Presiden Prabowo dikabarkan hendak datang ke dua negara tersebut untuk melakukan perdamaian. Ia menilai tindakan tersebut belum perlu dilakukan.
"Sebenarnya peran kita dilakukan apabila itu cukup krusial. Namun harus diketahui komunikasi yang selama ini terjalin antara Amerika dengan Iran juga masih buntu," katanya.
Dari kacamata politik, katanya memang perlu ada negara ketiga untuk menengahi permasalahan tersebut
"Kalau saya lihat positif-positif saja ya, Pak Prabowo ingin menjadi penengah dalam konflik ini. Tapi bagaimanapun posisi Indonesia dalam konflik Timur Tengah ini selalu menjadi pihak yang tidak memihak siapapun ya. Dan biasanya kita hanya mengirim tentara perdamaian,"ujarnya.
Dikatakannya, Indonesia dikenal dengan politik luar negeri bebas aktif. Jadi diharapkan tidak ada keberpihakan kepada kedua belah pihak.
"Solusinya untuk meredam peperangan ini dunia internasional harus mampu menahan diri. Dan perdamaian, diplomasi internasional harus dikedepankan. Sehingga perdamaian, perundingan dapat berlanjut," ucapnya.
(cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Muhibuddin Dilantik Jadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Gantikan Harli Siregar |
|
|---|
| 4 Bulan Terakhir Satreskrim Polres Binjai Ungkap 24 Perkara, Kasus Curat Mendominan |
|
|---|
| Tampang Andi Hakim Gelapkan Rp 28 M Uang Jemaat Gereja Katolik, Malu-malu Ditanya Uang Dipakai Umrah |
|
|---|
| Polda Sumut Kerahkan Ribuan Personel Amankan Hari Buruh Besok, 5 Lokasi di Medan ini Jadi Prioritas |
|
|---|
| Antisipasi Kemacetan, Kapolsek Kotapinang Bantu Ngaspal Jalan Berlubang di Jalinsum Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kompleks-Kediaman-Pemimpin-Tertinggi-Iran.jpg)