Sumut Terkini

Gubsu Bobby Nasution Deadline Bupati dan Walkot, Januari Warga Harus Segera Keluar dari Pengungsian

Bobby Nasution, meminta para bupati dan wali kota di daerah terdampak bencana untuk mempercepat proses pendataan seluruh penyintas banjir.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
IST
BANJIR TAPTENG - Gubernur Sumut, Bobby Nasution sesaat sebelum terbang menggunakan Pesawat Hercules untuk meninjau Banjir Tapanuli Tengah dari Landasan Udara Soewondo, Jalan Komodor Adi Sucipto, Jum'at (28/11/2025). Bobby meminta para bupati dan wali kota di daerah terdampak bencana untuk mempercepat proses pendataan seluruh penyintas banjir. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta para bupati dan wali kota di daerah terdampak bencana untuk mempercepat proses pendataan seluruh penyintas banjir.

Bobby menegaskan bahwa seharusnya pendataan tersebut sudah rampung pada hari ini sesuai dengan instruksi yang disampaikan melalui pertemuan virtual beberapa hari lalu.

Pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini tengah menunggu kelengkapan data tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar pemberian bantuan.

Percepatan SK Kepala Daerah guna Pencairan Uang Kompensasi Perbaikan Rumah

Gubernur menerangkan bahwa kecepatan penyelesaian pendataan dari tingkat kabupaten dan kota akan menentukan seberapa cepat masyarakat bisa menerima dana kompensasi dari pemerintah.

Diharapkan, bantuan uang tunai tersebut dapat segera digunakan oleh warga yang rumahnya mengalami kerusakan kategori sedang agar mereka bisa segera melakukan perbaikan secara mandiri.

"Harusnya SK dari bupati, wali kota sudah selesai. Baru nanti kita buatkan SK gubernurnya. Ya data segera cepat diselesaikan ya, agar Januari sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsi," jelas Bobby Nasution pada Rabu (31/12/2025).

Target Januari Pindah ke Huntara bagi Warga yang Kehilangan Tempat Tinggal

Bagi penyintas banjir yang rumahnya mengalami kerusakan total atau berada di lokasi yang tidak lagi layak huni, Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan skema pemindahan ke Hunian Sementara (Huntara).

Bobby menekankan bahwa pembangunan Huntara dan Hunian Tetap (Huntap) saat ini terus digenjot agar para pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda-tenda darurat.

"Untuk penyintas banjir yang memang tidak bisa lagi ditempati rumah atau areanya tidak logis lagi kita akan letakkan di huntara atau huntap yang saat ini sedang pembangunan, target Januari sudah mulai bisa pindah," tuturnya menjelaskan rencana relokasi warga.

Fokus Pemulihan Pasca-Bencana untuk Memastikan Masyarakat Kembali ke Rumah
Bobby Nasution kembali mengimbau para kepala daerah terdampak untuk tidak menunda pengiriman data karena hal tersebut menyangkut hak masyarakat dalam mendapatkan ganti rugi dan hunian yang layak.

Langkah ini diambil agar masyarakat yang rumahnya masih bisa diselamatkan dapat segera kembali dan memulihkan kondisi ekonomi keluarga mereka masing-masing.

"Agar masyarakat yang rumahnya rusak sedang bisa kembali ke rumahnya untuk memperbaiki (rumahnya) dari uang yang dikasih pemerintah," pungkasnya menutup keterangan terkait prioritas penanganan pasca-banjir di Sumatera Utara.

 

(cr5/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved