Berita Olahraga
Festival Wushu Taolu Medan Sukses Digelar, Jadi Wadah Atlet Pemula hingga Penghobi
Pengurus Kota (Pengkot) Wushu Indonesia (WI) Medan sukses menggelar Festival Wushu Taolu yang berlangsung di Kampus STBA PIA.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pengurus Kota (Pengkot) Wushu Indonesia (WI) Medan sukses menggelar Festival Wushu Taolu yang berlangsung di Kampus STBA PIA, Kota Medan, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus ruang ekspresi bagi para pecinta olahraga wushu, mulai dari pemula hingga penghobi lintas usia.
Festival yang diprakarsai Ketua Panitia Charles Supanto ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tercatat sekitar 150 peserta ambil bagian, berasal dari berbagai sasana dan komunitas wushu di Kota Medan.
Wakil Binpres Pengkot WI Medan, Heriyanto, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival ini dilatarbelakangi pesatnya perkembangan wushu di Kota Medan dalam beberapa tahun terakhir.
“Perkembangan wushu di Medan sudah cukup pesat. Saat ini sudah ada empat sasana, berbeda dengan dulu yang hanya satu. Bahkan beberapa sekolah juga sudah menjadikan wushu sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Artinya, peminatnya semakin banyak,” ujar pria yang akrab disapa Ace tersebut kepada Tribun Medan.
Ia menjelaskan, festival ini sengaja dirancang lebih inklusif dibanding kejuaraan resmi. Peserta tidak dituntut menampilkan jurus standar tingkat tinggi, melainkan cukup menampilkan dasar-dasar gerakan (basic) yang telah dipelajari.
“Yang baru belajar pun sudah bisa ikut bertanding. Kita tidak membandingkan jurus seperti di kejuaraan resmi. Minimal tampil 20 detik saja sudah bisa ikut. Jadi ini benar-benar menjadi wadah bagi mereka yang ingin tampil dan mengasah keberanian,” jelasnya.
Dalam festival ini, panitia mempertandingkan total 15 kategori, mulai dari kelompok usia di bawah 15 tahun hingga peserta berusia 45 tahun ke atas. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka bagi semua kalangan, baik atlet muda maupun masyarakat umum yang menekuni wushu sebagai hobi.
Meski tidak semua penampilan dinilai sempurna, kata Ace, pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada peserta terbaik. Pengkot WI Medan memberikan beasiswa dalam bentuk uang pembinaan kepada atlet dengan nilai tertinggi di masing-masing kategori.
“Juara pertama di setiap kategori mendapatkan Rp500.000. Ini sebagai bentuk motivasi agar mereka semakin semangat berlatih dan ke depan bisa tampil lebih baik lagi,” tambah Heriyanto.
Melihat tingginya antusiasme peserta, Pengkot WI Medan berencana kembali menggelar festival serupa sebelum akhir tahun 2026 dengan konsep yang lebih besar dan meriah.
“Kita melihat animo yang luar biasa. Rencananya sebelum akhir tahun akan kita gelar lagi dengan skala yang lebih besar. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan,” ungkapnya.
Menurutnya, festival seperti ini sangat penting, karena tidak semua pelaku wushu berorientasi pada prestasi. Banyak di antaranya yang menjadikan wushu sebagai sarana kebugaran dan hobi, sehingga membutuhkan wadah untuk menyalurkan minat tersebut.
“Di luar negeri, festival wushu seperti ini sudah sangat banyak. Kita ingin di Medan juga berkembang. Dengan adanya event, para penghobi akan semakin termotivasi untuk berlatih,” katanya.
Lebih lanjut, Heriyanto berharap semakin berkembangnya komunitas wushu juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku di dalamnya, mulai dari pelatih, pengelola sasana, hingga pihak-pihak terkait lainnya.
“Kalau komunitasnya besar, tentu akan ada perputaran ekonomi. Jumlah pelatih bertambah, sasana berkembang, dan orang-orang yang hobi wushu juga bisa mendapatkan manfaat lebih dari olahraga ini,” pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Atlet Renang Sumut, Giony Ruben Siahaan Sabet Emas Kejurnas Akuatik 2026 |
|
|---|
| Marissa Citra Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua IODI Medan 2026/2030 |
|
|---|
| Tamado Simon Sagala Resmi Jadi Pelatih LoL Indonesia Jelang ENC 2026 |
|
|---|
| Reza Peranginangin Finis Kelima di WPA Grand Prix Maroko 2026,Catatan Lemparan Meningkat Signifikan |
|
|---|
| Karno Knockout Series V Sukses Digelar, 60 Petinju Sumut Tampil dan Lima Atlet Dinilai Berpotensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengkot-WI-Medan-menggelar-Festival-Wushu-Taolu-yang-berlangsung-di-Kampus-STBA.jpg)