Berita Olahraga

Kiper SPOBDA Sumut Bintang Fairuz Ihsan Dapat Kesempatan Langka, Ikut Latihan Bersama PSMS Medan

Menurut Colly, performa Bintang sebelumnya sempat dipantau oleh asisten pelatih PSMS Medan, Legimin Rahardjo.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Penjaga gawang binaan Spobda Sumut Bintang Fairuz Ihsan, mendapat kesempatan emas mengikuti latihan bersama tim senior PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara, baru-baru ini.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kabar membanggakan datang dari pembinaan sepak bola usia muda di Sumatera Utara.

Penjaga gawang binaan Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA) Sumut, Bintang Fairuz Ihsan, mendapat kesempatan emas mengikuti latihan bersama tim senior PSMS Medan yang tengah bersiap menghadapi kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Kesempatan langka ini dibenarkan langsung oleh pelatih kepala cabang olahraga sepak bola SPOBDA Sumut, Colly Misrun, saat dikonfirmasi Tribun Medan, Minggu (19/4/2026).

Ia menyebut, pemanggilan Bintang bukan datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang dan kerja keras sang pemain.

Menurut Colly, performa Bintang sebelumnya sempat dipantau oleh asisten pelatih PSMS Medan, Legimin Rahardjo.

Dari hasil pemantauan tersebut, kiper muda itu kemudian direkomendasikan untuk merasakan atmosfer latihan bersama tim senior, khususnya di bawah arahan pelatih kiper berpengalaman, Hendro Kartiko.

“Ini bukan kebetulan. Dia memang menunjukkan motivasi tinggi dan kerja keras yang luar biasa. Walaupun masih usia U-17, dia sudah diberi kesempatan untuk ikut latihan bersama PSMS. Ini pengalaman besar bagi dia,” ujar Colly.

Bukti Hasil Pembinaan dan Kerja Keras

Colly menilai, perkembangan Bintang Fairuz Ihsan terbilang pesat dalam waktu relatif singkat. Hal itu tak lepas dari kedisiplinan serta keinginan kuat sang pemain untuk terus belajar dan berkembang.

Kesempatan berlatih bersama PSMS Medan pun dinilai sebagai jembatan penting bagi masa depan kariernya di dunia sepak bola. Apalagi, atmosfer latihan tim senior tentu berbeda jauh dibandingkan level pembinaan usia muda.

“Kalau dia bisa menjaga sikap, tidak cepat puas, dan tidak besar kepala, saya yakin dia bisa melangkah lebih jauh. Dari perkembangan yang saya lihat, peluangnya untuk menembus klub profesional sangat terbuka,” katanya.

Lebih lanjut, Colly menegaskan bahwa salah satu target utama pembinaan di SPOBDA Sumut adalah memastikan para pemainnya mampu menembus klub profesional setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Ia mencontohkan beberapa pemain binaannya yang sudah lebih dulu menapaki jalur tersebut, seperti Jaghi yang kini bermain di Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC, serta Alif dan Fahri yang bergabung di EPA PSMS Medan.

“Target kami jelas, setiap pemain yang keluar dari SPOBDA harus bisa mendapatkan klub. Itu menjadi ukuran keberhasilan pembinaan,” tegasnya.

Saat ini, SPOBDA Sumut membina total 18 pemain sepak bola, terdiri dari tiga penjaga gawang dan 15 pemain. Dengan adanya kesempatan seperti yang diraih Bintang, Colly berharap pencapaian itu dapat menjadi motivasi bagi pemain lain di SPOBDA. Namun, ia mengingatkan agar motivasi tersebut diiringi dengan sikap positif, bukan rasa iri.

“Jangan iri, tapi jadikan ini motivasi. Harus ada keinginan dalam diri untuk bisa lebih baik dari teman sendiri, tapi tetap dengan akal sehat dan kerja keras,” pesannya.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved