Berita Olahraga

Wasit Pegadaian Championship akan Pimpin Final Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara

Departemen Perwasitan PSSI Sumatera Utara kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas kompetisi dengan menyiapkan perangkat.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
LIGA 4 - Foto wasit Dandi Surama Torong (dua kiri) bersama jajaran wasit lainnya memandu PS Kwarta dan Batubara United memasuki lapangan pertandingan di babak semifinal Liga 4 Piala Gubsu yang berlangsung di Stadion Mini Disporasu,Selasa (14/4/2026). PSSI akan menugaskan wasit terbaik di Final Liga 4 Piala Gubsu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Departemen Perwasitan PSSI Sumatera Utara kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas kompetisi dengan menyiapkan perangkat pertandingan terbaik untuk memimpin partai final Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara musim 2025/2026.

Laga puncak yang akan digelar di Stadion Mini Pancing pada Jumat (17/4/2026) sore itu dipastikan dipimpin oleh wasit-wasit berpengalaman asal Sumatera Utara. Penunjukan ini dilakukan guna memastikan pertandingan berlangsung adil, atraktif, dan minim kontroversi, sekaligus memberikan rasa kepercayaan bagi kedua tim yang bertanding.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pada babak semifinal sebelumnya, PSSI Sumut juga telah menurunkan wasit yang memiliki jam terbang tinggi, termasuk yang berpengalaman memimpin pertandingan di kompetisi Liga 2 serta berkolaborasi dengan Liga 3 nasional. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga standar kepemimpinan pertandingan tetap profesional.

Pada semifinal antara Binjai City menghadapi Paya Bakung United, pertandingan dipimpin oleh Harmoko yang tercatat sebagai wasit di ajang Pengadaian Championship. Ia didampingi asisten wasit Parlindungan Hasibuan dan Afrada Wira Prayuda, serta wasit cadangan Nanda Hermawan dari Liga 3 Nasional.

Sementara itu, laga semifinal lainnya yang mempertemukan Batu Bara United kontra PS Kwarta dipimpin oleh Dandi Surama Torong. Ia dibantu Ananda Pebri Siregar dan Suhendri sebagai asisten wasit, serta Budi Prayanto Tarigan sebagai wasit cadangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Development Wasit PSSI Sumut, Sriguna Tarigan, menegaskan bahwa pengalaman pada babak semifinal menjadi bahan evaluasi penting dalam menentukan perangkat pertandingan untuk partai final.

“Iya, kami akan kembali menugaskan wasit yang berkompeten untuk memimpin partai final Liga 4 Sumut nanti. Sebelumnya di babak semifinal, kami sudah menurunkan wasit Sumut yang bertugas di Liga 2,” kata Sriguna.

Berbeda dengan partai final, PSSI Sumut justru mengambil pendekatan lain pada laga perebutan tempat ketiga. Sriguna menyebut pihaknya akan memberikan kesempatan kepada wasit muda potensial untuk unjuk kemampuan.

“Kami sudah berdiskusi terkait siapa yang akan diturunkan. Untuk perebutan tempat ketiga, kami akan memunculkan wasit muda yang dinilai layak untuk berkembang ke depan. Tensi pertandingan juga tidak setinggi final,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sriguna memastikan bahwa sepanjang pelaksanaan Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara, penunjukan wasit dilakukan secara independen tanpa intervensi pihak manapun, baik dari federasi maupun operator liga.

“Selama ini tidak ada campur tangan dari federasi ataupun operator liga terkait penugasan wasit di Sumut. Ini hal positif, dan kami harus mempertanggungjawabkannya dengan memimpin pertandingan sesuai Laws of the Game,” tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menampik masih adanya sejumlah tantangan dalam pengembangan kualitas wasit di daerah. Minimnya jam terbang pertandingan serta belum adanya tim penilai wasit menjadi kendala yang cukup signifikan.

“Ada wasit yang secara fisik dan lisensi memenuhi syarat, tetapi masih lemah dalam pemahaman Laws of the Game. Di daerah juga minim pertandingan dan tidak ada tim penilai, ini menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya.

Selain itu, Sriguna juga menyoroti pentingnya dukungan peralatan komunikasi digital bagi perangkat pertandingan. Menurutnya, teknologi tersebut sangat membantu koordinasi di lapangan, terutama karena kompetisi Liga 4 belum menggunakan sistem Video Assistant Referee (VAR).

“Peralatan komunikasi wasit sangat dibutuhkan saat ini, apalagi tidak ada VAR di Liga 4,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved