Berita Olahraga

Fadli-Krisjon Kembali Sabet Perak di Penang, Konsistensi Atlet Judo Sumut di Level Internasional

Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi duet Fadli dan Krisjon yang untuk kedua kalinya secara beruntun mampu naik podium.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Atlet judo asal Sumut, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parningotan Simorangkir foto bersama dengab pelatihnya usai meraih medali perak di Penang Invitational Judo Championship yang digelar pada 17–19 April 2026 di Sunshine Central, Penang, Malaysia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pasangan atlet judo nomor Nage No Kata asal Sumatera Utara, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parningotan Simorangkir, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Keduanya sukses meraih medali perak dalam ajang Penang Invitational Judo Championship yang digelar pada 17–19 April 2026 di Sunshine Central, Penang, Malaysia.

Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi duet Fadli dan Krisjon yang untuk kedua kalinya secara beruntun mampu naik podium di kejuaraan internasional.

Sebelumnya, mereka juga meraih medali perak pada ajang Southeast Asia Judo Bali.
Dalam kejuaraan tersebut, pasangan yang kini berstatus sebagai prajurit TNI ini tampil solid dan penuh presisi. 

Mereka mengumpulkan 421 poin dan finis di posisi kedua, hanya terpaut dari pasangan Vietnam yang keluar sebagai juara dengan raihan 427,5 poin. Sementara peringkat ketiga juga ditempati pasangan Vietnam dengan 416 poin.

Performa impresif itu kembali ditunjukkan di Penang. Menghadapi persaingan ketat dari negara-negara kuat di Asia, Fadli dan Krisjon tetap mampu menjaga kualitas teknik, kekompakan, serta ketenangan dalam setiap rangkaian gerakan kata yang ditampilkan.

Di akhir kompetisi, keduanya membukukan total 375,5 poin, hanya terpaut satu poin dari pasangan Jepang yang meraih 376,5 poin dan keluar sebagai juara. Selisih yang sangat tipis tersebut menggambarkan ketatnya persaingan di level atas. 

Sementara itu, tuan rumah Malaysia menempati posisi ketiga dengan 359,5 poin, disusul tim Malaysia lainnya di posisi keempat. Kontingen Jawa Barat harus puas di peringkat kelima dengan 348,5 poin.

Menariknya, tim Jawa Barat yang tampil di kejuaraan ini merupakan salah satu kekuatan utama di level nasional. Mereka sebelumnya meraih medali emas pada PON Bela Diri serta medali perak pada PON 2024 Aceh-Sumut. 

Fakta ini semakin mempertegas peningkatan performa signifikan yang ditunjukkan pasangan Sumatera Utara ketika tampil di level internasional.

Namun di balik capaian tersebut, muncul sorotan dari Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara. 

Ketua Pengprov PJSI Sumut, Muhammad Arief Fadhillah, mempertanyakan adanya perbedaan mencolok antara hasil yang diraih atletnya di level nasional dan internasional.

Menurut Arief, performa Fadli dan Krisjon justru terlihat lebih diapresiasi dalam kejuaraan internasional dibandingkan saat tampil di ajang nasional seperti PON 2024 Aceh-Sumut.

“Kenapa nilai atlet kita di kejuaraan internasional justru lebih baik dibandingkan di kejuaraan nasional seperti PON 2024? Ini tentu menjadi pertanyaan, apakah ada perbedaan standar penilaian atau faktor lain di level nasional,” ujar Arief kepada Tribun Medan.

Ia menjelaskan, pada PON 2024 Aceh-Sumut, Fadli dan Krisjon hanya mampu mengoleksi 338 poin dan harus puas meraih medali perunggu. Saat itu, Jawa Barat meraih perak dengan 351,5 poin, sementara Jawa Timur keluar sebagai juara dengan 358,5 poin.

Jika dibandingkan dengan hasil di Penang, pasangan Sumatera Utara justru tampil lebih unggul dari Jawa Barat yang sebelumnya menjadi salah satu tim terbaik di PON. Perbedaan ini dinilai cukup signifikan dan memunculkan pertanyaan terkait konsistensi standar penilaian.

“Apakah memang ada perbedaan, atau justru ada kepentingan tertentu? Jika ingin membangun judo Indonesia ke depan, semua pihak harus menjunjung sportivitas dan kejujuran. Jangan sampai kita tertinggal di level Asia,” tegasnya.

Terlepas dari polemik tersebut, PJSI Sumatera Utara tetap memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Fadli dan Krisjon yang terus mengharumkan nama daerah di level internasional. 

Dukungan juga diberikan kepada Letkol Ihsan Hanafi selaku Komandan Batalyon 902 SPG/Serdang Bedagai yang telah memberikan izin kepada kedua atlet untuk bertanding.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya izin kepada kedua atlet untuk kembali membela Sumatera Utara di ajang internasional,” tutup Arief.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved