Berita Olahraga
Manajer PSDS Deli Serdang Buka Suara soal Mundurnya Dodik Wahyudi
Manajer PSDS Deliserdang, Yonathan Agung Marsetiyanto, membenarkan pengunduran diri kedua pelatih tersebut.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Perubahan terjadi di jajaran tim pelatih PSDS Deliserdang pada kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026.
Pelatih Kepala Dodik Wahyudi bersama Pelatih Fisik Panggah Madyantara resmi mengundurkan diri dari tim berjuluk Tracktor Kuning tersebut, tak lama setelah tim menjalani laga-laga awal musim.
Manajer PSDS Deliserdang, Yonathan Agung Marsetiyanto, membenarkan pengunduran diri kedua pelatih tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keputusan itu murni berasal dari pihak pelatih dan bukan karena adanya pemecatan dari manajemen klub.
“Jadi sebenarnya Dodik itu bergabung di akhir-akhir. Dari awal kan yang mendampingi tim itu asisten Dedean dan Legirin. Dodik baru masuk setelah ajang Popnas, setelah dia membawa tim PPLP Jawa Tengah,” ujar Yonathan saat memberikan keterangan kepada Tribun Medan.
Yonathan menuturkan, bahwa Dodik masuk dalam jajaran pelatih PSDS Deliserdang di pertengahan proses persiapan tim yang sudah lebih awal dibentuk oleh Legirin dan Dedeyan.
Masuknya Dodik juga diikuti dengan sejumlah perubahan komposisi pemain. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah dalam dunia sepak bola, terutama ketika ada pergantian pelatih.
“Beberapa pemain memang mengalami perombakan. Itu hal biasa, karena setiap pelatih tentu punya kebutuhan dan komposisi sendiri. Bagi saya sebagai manajer, yang terpenting adalah siapa pun yang dipercaya harus siap memikul tanggung jawab, memahami beban dan target, serta mampu menjalankannya dengan profesional,” jelasnya.
Sejak awal, manajemen PSDS Deliserdang menargetkan hasil maksimal di setiap pertandingan Liga Nusantara.
Namun, hasil kurang memuaskan pada laga perdana membuat Dodik Wahyudi merasa tidak enak hati dan akhirnya memilih mengajukan pengunduran diri.
“Dari awal kan targetnya ingin meraih poin penuh di Liga Nusantara. Tapi kita miss di pertandingan pertama. Setelah itu, Dodik merasa tidak enak dan meminta mundur. Sebenarnya saya masih memberikan kesempatan, kalau mau mencoba di pertandingan kedua silakan, saya siap memberi kesempatan. Tapi karena beliau sudah mantap untuk mundur, ya saya hormati keputusannya,” ungkap Yonathan.
Ia menegaskan, prinsip manajemen PSDS Deliserdang adalah menjunjung tinggi profesionalisme.
Yonathan juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah memiliki kebiasaan memecat pelatih secara sepihak.
“Prinsip saya tidak pernah memecat orang. Selama dia bisa membuktikan dan bekerja dengan baik, saya percaya. Tapi kalau keputusannya sendiri untuk mundur karena merasa sudah tidak punya hati di sini, ya tidak masalah. Itu keputusan pribadi yang harus kita hormati,” tegasnya.
Meski terjadi perubahan di jajaran pelatih, Yonathan memastikan kondisi internal tim tetap kondusif.
| Batak United FC Mundur dari Liga 4 Sumut 2026, PSSI Tunggu Keputusan Komdis dan Departemen Kompetisi |
|
|---|
| Pulang ke Medan, Ikhsan Chan Rayakan Lebaran Bersama Keluarga Sambil Jaga Kebugaran |
|
|---|
| Bonus APG Cair, Nur Ferry Pradana Pilih Investasi untuk Masa Depan Anak |
|
|---|
| Bonus Atlet APG Cair Jelang Lebaran, NPCI Sumut Apresiasi Pemerintah dan Ingatkan Bijak Gunakan |
|
|---|
| Voli Resmi Dipertandingkan di Porprov Sumut 2026, PBVSI Targetkan 33 Daerah Ikut Ambil Bagian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dua-pelatih-PSDS-Deliserdang-Dodik-Wahyudi-kiri.jpg)