Berita Olahraga
Muskot IPSI Kota Medan Akan Diulang, IPSI Sumut Siap Bentuk Caretaker
Penunjukan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan Musyawarah Kota (Muskot) IPSI Medan ulang.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) atau caretaker Ketua IPSI Kota Medan.
Penunjukan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan Musyawarah Kota (Muskot) IPSI Medan ulang.
Ketua Pengprov IPSI Sumut, Dahliana, mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima hasil resmi Muskot IPSI Kota Medan yang disebut telah digelar beberapa bulan lalu.
Selain itu, masa kepengurusan IPSI Medan juga telah berakhir, sementara pelaksanaan Muskot sebelumnya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART IPSI.
Sebagaimana diketahui, Muskot IPSI Medan dilaksanakan di Aula Masjid Al-Ikhlas, Jalan Madio Santoso, Medan, pada Kamis (31/7/2025) lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Enjang Bahri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IPSI Medan setelah memperoleh dukungan dari 16 kecamatan dari total 21 kecamatan di Kota Medan.
“Sampai saat ini, mereka masih meminta rekomendasi dari KONI Medan. Padahal, saat Muskot itu digelar, tidak ada kehadiran dari KONI Medan maupun Pengprov IPSI Sumut. Jadi kami menilai pelaksanaannya harus diulang,” ujar Dahliana, Senin (3/11/2025).
Menurut Dahliana, proses Muskot tersebut juga dianggap tidak memenuhi mekanisme organisasi, terutama dalam tahapan penjaringan calon dan pemilihan akhir.
“Banyak tahapan dalam pelaksanaan Muskot yang tidak terpenuhi, sehingga produk yang dihasilkan kami anggap maladministrasi. Mudah-mudahan dengan ditunjuknya pelaksana tugas nanti, proses pemilihan Ketua IPSI Kota Medan bisa berjalan sesuai dengan AD/ART organisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dahliana mengatakan bahwa Pengprov IPSI Sumut akan segera membentuk caretaker untuk mempersiapkan pelaksanaan Muskot ulang.
“Kami juga berharap proses pemilihan nanti melibatkan KONI Kecamatan, karena sesuai aturan, Ketua IPSI Kota dipilih oleh IPSI Kecamatan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Medan, Aswindy Fachrizal, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pengprov IPSI Sumut guna mencari solusi atas permasalahan tersebut.
“Ya, kami sudah bertemu dengan Pengprov IPSI Sumut. Pertemuan ini untuk mencari jalan tengah dan memastikan agar tidak ada atlet yang dirugikan akibat persoalan organisasi,” ujar Aswindy.
Ia menegaskan, KONI Medan berperan sebagai penengah dan menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada Pengprov IPSI Sumut.
“Meskipun solusi sudah mulai terbentuk, seluruh kewenangan dan keputusan tetap berada di tangan Pengprov IPSI Sumut. KONI hanya memastikan agar roda organisasi dan pembinaan prestasi atlet tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pertina Medan Turunkan 16 Petinju, Bidik Minimal 7 Emas di Kejurda Karo 2026 |
|
|---|
| Pengprov MI Sumut Ikut Mosi Tak Percaya Kepengurusan PBMI, Desak Perubahan Kepemimpinan |
|
|---|
| Mini Soccer PORWASU 2026 Mulai 9 April, 14 Tim Terbagi dalam 4 Grup |
|
|---|
| Jadwal Hari Kedua 6 Besar Liga 4 Sumut, Duel Sengit Binjai City SC Kontra Pelita Medan Soccer |
|
|---|
| KBI Sumut Genjot Persiapan Atlet, Tes Fisik Formatif Jadi Tolok Ukur Awal Program PPI KONI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-bersama-Ketua-Pengprov-IPSI-Sumut-Dahliana-tiga-kana.jpg)