Polres Batubara mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalkan potensi lokal. Sebanyak 12, 237 ton jagung dari wilayah hukum Polres disalurkan ke Bulog Asahan hingga Selasa (10/2), sebagai wujud komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional.
TRIBUN-MEDAN.com, BATUBARA - Polres Batubara mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalkan potensi lokal. Sebanyak 12, 237 ton jagung dari wilayah hukum Polres disalurkan ke Bulog Asahan hingga Selasa (10/2), sebagai wujud komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional.
Inisiatif ini bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi nyata dari sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Di bawah koordinasi Kabag SDM Kompol D. Harahap, S.H., Polres Batubara dan jajaran Polsek bahu-membahu memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.
"Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai bagian dari masyarakat Batubara. Kami berupaya menjembatani petani dengan Bulog, sehingga hasil panen mereka dapat memberikan manfaat yang lebih luas," ujar Kompol D. Harahap, usai mendampingi pengiriman jagung dari Polres ke Bulog Asahan.
Proses penyaluran jagung dilakukan secara terstruktur, dengan melibatkan seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Batubara. Setiap Polsek bertanggung jawab mengumpulkan dan mengantarkan jagung dari petani di wilayahnya ke Bulog Asahan.
Pada hari Selasa (10/2), Polsek Labuhan Ruku mengirimkan 1.400 ton jagung dengan kadar air 15,2 persen yang didampingi langsung oleh Kapolsek Kompol Cecep Suhendra. Sementara Polsek Medang Deras mengirimkan 1.500 ton jagung dengan kadar air serupa, didampingi Kapolsek AKP A.H. Sagala. Polres Batubara sendiri mengirimkan 2.411 ton jagung dengan kadar air 12,6 % .
Secara kumulatif, total jagung yang disalurkan dari masing-masing Polsek adalah sebagai berikut:
1. Polres Batubara: 2.411 ton 2. Polsek Indrapura: 3.399 ton 3. Polsek Lima Puluh: 1.097 ton 4. Polsek Labuhan Ruku: 2.630 ton 5. Polsek Medang Deras: 2.700 ton
Langkah Polres Batubara ini patut diapresiasi sebagai upaya konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat daerah. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan keberlanjutan program ini dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Batubara. (*)