Mantan Kanit Wanteror Gegana Brimob Kini Jadi Kapolsek Perdagangan, Sambangi Ulama dan Warga

Pengalaman sebagai mantan Kanit Wanteror Gegana Brimob Polda Sumut tidak membuatnya jauh dari masyarakat, justru sebaliknya.

Editor: Muhammad Tazli
IST
Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan yang baru menjabat, Iptu Patar Banjarnahor SH MH, yang merupakan mantan Kanit III Subden Wanteror Gegana Brimob Polda Sumut, langsung menunjukkan sisi humanisnya dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke tokoh ulama. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN – Polres Simalungun melalui Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan yang baru menjabat, Iptu Patar Banjarnahor SH MH, yang merupakan mantan Kanit III Subden Wanteror Gegana Brimob Polda Sumut, langsung menunjukkan sisi humanisnya dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke tokoh ulama. Rabu (28/1/2026), sosok yang dulunya terbiasa menangani aksi-aksi antiteror ini kini memilih pendekatan yang berbeda—dekat dengan rakyat dan tokoh agama.

Kapolsek Perdagangan Iptu Patar Banjarnahor SH MH menjelaskan, transformasi dari seorang pejuang antiteror menjadi pemimpin kepolisian di tingkat sektor membuatnya memahami pentingnya pendekatan yang lebih humanis dan persuasif.

"Saya melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pesantren Thoriqat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah Bandar Tinggi untuk bertemu dengan Buya Dr. Syekh Muhammad Nur Ali Al-Kholidy S.Ag M.Hum. Ini adalah langkah awal saya yang baru menjabat untuk menjalin hubungan baik dengan tokoh ulama di wilayah hukum Polsek Perdagangan," ujar Iptu Patar saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.20 WIB.

Kunjungan yang dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Nagori Bandar Rejo, Kecamatan Bandar Masilam ini menunjukkan keseriusan Kapolsek yang baru dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

"Dulu saya di Gegana Brimob sebagai Kanit III Subden Wanteror, menangani kasus-kasus terorisme dan aksi-aksi khusus yang memerlukan pendekatan taktis. Sekarang sebagai Kapolsek, saya harus mengubah mindset—dari taktis ke humanis, dari konfrontatif ke persuasif," ungkap Iptu Patar dengan jujur.

Pengalaman sebagai mantan Kanit Wanteror Gegana Brimob Polda Sumut tidak membuatnya jauh dari masyarakat, justru sebaliknya. Ia membawa tim yang solid untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun sinergi.

"Saya didampingi Kanit Intelkam Iptu Syafrizal, Kanit Binmas Iptu Pangeran H. Sidauruk, Kanit Patroli Aiptu James Simanjuntak, Bhabinkamtibmas Aiptu Bernard Sinaga, dan Pangulu Bandar Rejo Samiadi. Ini menunjukkan kami serius membangun hubungan dengan tokoh ulama," jelas Iptu Patar.

Pimpinan Pondok Pesantren Thoriqat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah Bandar Tinggi, Dr. Syekh Muhammad Nur Ali Al-Kholidy S.Ag M.Hum, menyambut dengan sangat hangat kedatangan Kapolsek yang memiliki latar belakang luar biasa ini.

"Kami menerima dan menyambut dengan baik serta penuh ramah tamah atas kunjungan Kapolsek Perdagangan. Saat beliau cerita tentang pengalamannya di Gegana sebagai Kanit Wanteror, kami kagum. Tapi yang lebih mengagumkan lagi, beliau sekarang sangat humble dan dekat dengan kami," ucap Dr. Syekh Muhammad Nur Ali dengan antusias.

Baca juga: 72 Calon Relawan SPPG Polres Labusel Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas Sisumut

Iptu Patar menyampaikan, pengalamannya menangani kasus-kasus terorisme justru membuatnya lebih memahami pentingnya pendekatan preventif melalui tokoh agama.

"Dari pengalaman saya menangani kasus terorisme, saya tahu bahwa peran tokoh agama sangat vital dalam mencegah radikalisme dan paham-paham yang menyimpang. Oleh karena itu, silaturahmi ini bukan hanya formalitas, tapi strategi preventif yang sangat penting," ungkap Iptu Patar dengan serius.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Perdagangan mengharapkan terjalin kerja sama yang baik antara Polri, khususnya Polsek Perdagangan, dengan tokoh agama dalam menjaga kestabilan situasi dan keamanan.

"Saya mengharapkan kita dapat bekerja sama dengan baik antara Polri, khususnya Polsek Perdagangan, dengan tokoh agama dalam menjaga kestabilan situasi dan keamanan di wilayah hukum Polsek Perdagangan. Kita harus selalu berkoordinasi dengan baik," ucap Iptu Patar.

Dr. Syekh Muhammad Nur Ali sangat mengapresiasi pendekatan Kapolsek yang baru ini dan menyatakan kesiapannya untuk menjalin sinergitas yang kuat.

"Kami sangat mengapresiasi pendekatan Bapak Kapolsek. Beliau dari background antiteror yang biasanya keras, tapi sekarang justru sangat soft dan bersahabat. Kami akan menjalin sinergitas yang baik antara Polri dengan tokoh agama dan siap mendukung kinerja Polri, terkhusus Kapolsek Perdagangan," tegas Dr. Syekh Muhammad Nur Ali.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved