Telepon 110, Polsek Bangun Langsung Meluncur, Korban Begal di Simalungun Akhirnya Selamat

Mereka menerima aduan melalui Call Center 110 Polres Simalungun tentang dugaan perampasan atau begal terhadap mobil Honda Agya

Editor: Muhammad Tazli
IST
Pelapor, RWS dari Tanjung Balai, ketakutan karena diduga dikejar debt collector hingga masuk kompleks Koramil 08 Model untuk berlindung. 

 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Selasa sore (27/1/2026) sekitar pukul 17.20 WIB, hujan gerimis tidak menghalangi tim Polsek Bangun untuk bergerak cepat.

Mereka menerima aduan melalui Call Center 110 Polres Simalungun tentang dugaan perampasan atau begal terhadap mobil Honda Agya merah BK 1XXX AEB. Pelapor, RWS dari Tanjung Balai, ketakutan karena diduga dikejar debt collector hingga masuk kompleks Koramil 08 Model untuk berlindung.

"Terima kasih Polisi cepat datang! Saya kira tidak akan ada yang menolong!" ucap RWS lega saat tim Polsek Bangun tiba.

Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menjelaskan kronologi kejadian yang bermula dari aduan masyarakat melalaui Call Center Polri 110.

"Selasa sore pukul 17.20 WIB, kami terima laporan melalui Call Center 110 Command Center Polres Simalungun. Pelapor berinisial RWS dari Jalan HM Nur Lingkungan IV, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, melaporkan dugaan perampasan atau begal terhadap mobil yang dia kendarai," ujar Kapolsek Hengky.

Menurutnya, laporan ini langsung ditindaklanjuti dengan mengirim personel piket Polsek Bangun ke lokasi yang dilaporkan.

"Kami langsung kirim tim piket yang terdiri dari AIPTU Wibowo AP, AIPTU A. Ginting, AIPDA R. Simanungkalit, dan AIPDA Indo Siahaan. Mereka langsung berangkat menuju lokasi di Jalan Asahan depan Koramil 08, Nagori Pematang Asilom, Kecamatan Gunung Malela," ungkapnya.

Setibanya di tempat kejadian, tim menemukan pelapor RWS yang sudah berada di Kantor Koramil 08 Model dalam keadaan ketakutan tapi selamat.

"Pelapor sudah berada di Koramil 08 Model. Dia ketakutan, tapi untungnya selamat. Dia menceritakan kronologi kejadian kepada kami," ujar Kapolsek Hengky.

Menurut keterangan pelapor RWS, kejadian bermula saat dia sedang mengendarai mobil Honda Agya merah BK 1XXX AEB di Jalan Medan-Kota Pematang Siantar. Tiba-tiba dia distop oleh orang-orang yang diduga debt collector atau mata elang (istilah untuk penagih utang yang keras).

"Pelapor ceritakan bahwa saat dia sedang di dalam mobil di Jalan Medan-Pematang Siantar, dia distop oleh orang-orang yang diduga debt collector atau mata elang. Mereka minta dia berhenti, tapi dia takut dan tidak mau berhenti," ungkap Kapolsek Hengky.

Baca juga: Sinergi SAR untuk Kemanusiaan, Tim Gabungan Masih Terus Cari Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Karena ketakutan, RWS berusaha melarikan diri. Akibatnya, terjadi kejar-kejaran yang cukup menegangkan di jalanan.

"Pelapor berusaha kabur, lalu terjadi kejar-kejaran. Dia panik, takut, tidak tahu harus lari ke mana. Akhirnya dia ingat ada Koramil di sekitar situ, jadi dia langsung masuk ke kompleks Koramil 08 Model untuk berlindung," jelasnya.

Saat RWS masuk ke kompleks Koramil, orang-orang yang diduga debt collector yang mengejarnya langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved