Kapolres Sibolga Cek dan Koordinasi Posko Kemanusiaan Keuskupan Sibolga

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memastikan kesiapan dan penanganan dampak bencana alam tanah longsor

Editor: Muhammad Tazli
IST
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan pengecekan sekaligus koordinasi dengan pengurus Posko Kemanusiaan Keuskupan Sibolga, Sabtu (13/12/2025) 

 

TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLGA – Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan pengecekan sekaligus koordinasi dengan pengurus Posko Kemanusiaan Keuskupan Sibolga, Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memastikan kesiapan dan penanganan dampak bencana alam tanah longsor di wilayah hukum Polres Sibolga.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sibolga didampingi oleh Ps. Kabag Ops Polres Sibolga AKP Agus Adhitama, S.E., Kasat Intelkam Polres Sibolga IPTU Suryantoni, S.H., serta Kapolsek Sibolga Selatan IPTU Pasma Pasaribu, S.E., M.M. Rombongan diterima langsung oleh Pastor Hambarita Malau selaku Pastor Paroki Keuskupan Sibolga bersama Pastor Purwo Ignasius selaku Vikjen Keuskupan Sibolga yang juga bertindak sebagai penanggung jawab Posko Kemanusiaan Keuskupan Sibolga.

Dalam koordinasi tersebut disampaikan bahwa Keuskupan Sibolga membawahi beberapa wilayah pelayanan, meliputi Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, serta wilayah Kepulauan Nias.

Baca juga: Polres Tapteng Bagikan Bantuan Pakaian dan Selimut untuk Korban Banjir di Tukka

Keuskupan Sibolga juga menjelaskan bahwa hingga saat ini dampak bencana alam tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Biara Susteran OSF San Damiano Pandan yang berlokasi di Jalan Zainul Basri Hutagalung Nomor 2, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Sementara itu, untuk wilayah Kota Sibolga dilaporkan dalam kondisi nihil terdampak bencana.

Adapun kronologi kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada tanggal 25 November 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. Pada saat kejadian, sedang berlangsung perayaan Kaul Kekal Para Suster OSF di Gereja Katolik Pandan yang berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi biara. Secara mujizat, longsoran tanah terhenti tepat di depan pintu gerbang biara karena tertahan oleh kayu besar yang ikut terbawa dari longsoran dengan posisi melintang. Material longsoran diperkirakan mencapai ketinggian sekitar tiga meter. Akibat kejadian tersebut, kerusakan terjadi pada pintu pagar dan garasi mobil biara.

Dalam penanganan bencana, Keuskupan Sibolga menegaskan bahwa seluruh bantuan dan koordinasi dilakukan melalui satu pintu, yakni Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas PSE Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Keuskupan Sibolga yang beralamat di Jalan Dr. F.L. Tobing, Kota Sibolga.

Saat pengecekan, terlihat sejumlah bantuan yang telah terkumpul di posko berupa sembako, pakaian bekas, dan kebutuhan lainnya. Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan berupa donasi, dapat menyalurkannya melalui rekening resmi Keuskupan Sibolga, yakni BNI nomor 0303 0539 47 dan BCA nomor 8204 77 2000 atas nama Keuskupan Sibolga.

Kegiatan koordinasi antara Polres Sibolga, pihak Keuskupan, dan Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas PSE tersebut berlangsung dengan aman, lancar, serta kondusif. Polres Sibolga menyatakan siap mendukung pengamanan dan koordinasi lanjutan dalam rangka penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan di wilayah hukum Polres Sibolga. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved