Pakpak Bharat

Usulan Bupati Pakpak Bharat ke Dirjen Bina Marga dalam Pertemuan Strategis di Jakarta

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan pertemuan penting dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Diskominfo Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan pertemuan penting dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST, MT, di gedung Kementerian PUPR RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan pertemuan penting dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST, MT, di gedung Kementerian PUPR RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah bagi Bupati Franc Bernhard Tumanggor untuk menyampaikan sejumlah usulan terkait perbaikan dan peningkatan mutu jalan nasional di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam pemaparannya, Bupati Franc menjelaskan kondisi jalan nasional sepanjang 41 km yang melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, jurang, dan tepian sungai yang ekstrem.

Jalur ini sangat vital sebagai koridor konektivitas dan distribusi logistik utama di kawasan barat Sumatera.

"Setiap hari, ratusan truk pengangkut CPO dan hasil perkebunan melintasi jalur ini, namun kondisi jalan yang sempit, berkelok, dan minim drainase menjadikannya rawan kecelakaan,"jelas Bupati Franc.

Kata dia, jalur nasional ini menjadi tulang punggung ekonomi bagi empat daerah, yakni Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Pakpak Bharat.

"Kondisi jalan yang berbahaya tidak hanya mengancam keselamatan pengguna, tetapi juga menghambat kelancaran distribusi hasil perkebunan dan logistik di kawasan tersebut,"pungkasnya.

Dirjen Bina Marga PUPR dan Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan pertemuan penting dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST, MT, di gedung Kementerian PUPR RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Selain jalan nasional Sumut–Aceh, Bupati Franc juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu jalan penghubung Aornakan–Pagindar–Batas Aceh.

Jalur ini berpotensi menjadi alternatif pintas Sumut–Aceh melalui Salak, sekaligus mendukung mobilitas warga Pagindar yang merupakan penghasil sawit.

"Saat ini, masyarakat kesulitan menjual hasil perkebunan karena buruknya kondisi jalan,"jelasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Roy Rizali Anwar menyatakan keprihatinan atas kondisi yang dipaparkan Bupati Franc Bernhard Tumanggor.

Ia berjanji akan mencari solusi tepat dalam waktu dekat demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami dapat mencari solusi untuk menangani masalah ini,"ujarnya.

Pakpak Bharat dan Dirjen Bina Marga PUPR Terbaru
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan pertemuan penting dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST, MT, di gedung Kementerian PUPR RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Adapun sejumlah poin utama yang disampaikan Bupati Franc Bernhard Tumanggor antara lain:

- Perbaikan dan pelebaran badan jalan nasional menjadi 8 meter sepanjang 41 km dari batas Dairi hingga batas Kota Subulussalam (7 km sudah terlaksana dari batas Dairi).

- Penanganan titik-titik longsor di sepanjang jalur nasional.

- Pembuatan barrier beton pengaman sepanjang jurang Lae Kombih (8 km hingga batas Aceh).

- Lanjutan konektivitas Aornakan–Pagindar–Batas Aceh.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk memperjuangkan keselamatan, konektivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat melalui infrastruktur jalan yang lebih baik.

Dengan dukungan Kementerian PUPR, diharapkan pembangunan ini dapat segera terealisasi demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved