Tips Merawat Motor

Tips Bagi Pengguna Yamaha NMax saat Hujan dan Banjir, Ini yang Harus Diwaspadai

Para pengguna motor Yamaha NMax harus mewaspadai genangan banjir yang terlalu tinggi agar tidak merendam mesin.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
GridOto.com/Isal
SERIVIS MOTOR- Ilustrasi motor Yamaha NMax tengah menjalani servis di showroom resmi Yamaha. 

Ringkasan Berita:
  • Yamaha NMax jadi motor favorit di kota, namun rentan rusak saat banjir karena desain CVT tidak sepenuhnya kedap air.
  • Batas aman menerobos banjir maksimal sekitar 25 cm (setinggi as roda); lebih dari itu sebaiknya motor dituntun.
  • Risiko utama adalah water hammer, yaitu air masuk ke mesin yang bisa merusak piston dan membutuhkan biaya perbaikan mahal.
  • Air yang masuk ke CVT dan oli dapat menyebabkan selip, tarikan berat, hingga oli berubah keruh dan merusak mesin.
 

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Yamaha NMax menjadi salah satu motor favorit masyarakat perkotaan.

Namun, saat musim hujan dan banjir melanda, pengguna Yamaha NMax perlu lebih berhati-hati.

Pasalnya, motor ini cukup rentan terhadap beberapa risiko seperti water hammer, kerusakan CVT, hingga korsleting listrik.

Hal ini disebabkan desain blok CVT yang tidak sepenuhnya kedap air, sehingga air mudah masuk jika nekat menerobos genangan tinggi.

Baca juga: Tips Memotret Pink Moon April 2026, Kamu Bisa Dapat Cuan dari Aplikasi Ini

Yamaha Nmax 2020
Yamaha Nmax 2020 (Kompas.com)

Batas aman saat melewati banjir dengan Yamaha NMax sebaiknya tidak lebih dari 25 cm atau setinggi as roda, yaitu sekitar 12–15 cm dari permukaan tanah.

Jika air sudah melewati batas tersebut, sebaiknya jangan dipaksakan untuk tetap melaju dengan mesin menyala.

Lebih aman untuk menuntun motor agar terhindar dari kerusakan serius.

Terutama jika genangan sudah mendekati atau melewati blok CVT (sekitar 30–40 cm), risiko kerusakan akan meningkat drastis.

Baca juga: Cek Kondisi Motor Sebelum Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Salah satu bahaya utama yang harus diwaspadai adalah water hammer atau hydrolock.

Kondisi ini terjadi ketika air masuk ke dalam mesin melalui filter udara atau knalpot, misalnya akibat cipratan air dari kendaraan lain.

Dampaknya bisa sangat fatal, seperti piston bengkok atau ring piston rusak, yang tentu membutuhkan biaya perbaikan cukup besar.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari genangan dalam yang berpotensi menyebabkan air masuk ke mesin.

Baca juga: Tips Dokter Anak: Persiapan Penting Sebelum Mudik Bersama Bayi dan Balita

Selain itu, air yang masuk ke dalam CVT bisa menyebabkan v-belt menjadi licin dan selip.

Akibatnya, tarikan motor terasa berat dan tidak optimal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved