Otomotif

Tips Aman Menerobos Banjir dari Bengkel Daihatsu, Batas Aman Air dan Bahaya Kerusakan Jangka Panjang

Kepala Bengkel Astra Daihatsu Krakatau, Ade, memaparkan langkah-langkah dan batas aman yang wajib diketahui pengemudi saat menghadapi banjir.

TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PERAWATAN MOBIL - Kepala Bengkel Astra Daihatsu Krakatau, Ade, menyampaikan edukasi kepada pengunjung saat Festival Trade-In Day, di Nuansa Kopi, Sabtu (13/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan batas aman melintasi banjir serta risiko kerusakan kendaraan yang perlu diantisipasi pemilik mobil. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Musibah banjir sering kali membuat pengendara dihadapkan pada situasi sulit, memaksa mereka melintasi genangan air dengan risiko besar terhadap kendaraan.

Kepala Bengkel Astra Daihatsu Krakatau, Ade, memaparkan langkah-langkah dan batas aman yang wajib diketahui pengemudi saat menghadapi banjir.

Batas Aman dan Teknik Melintas

Ade mengingatkan, langkah pertama yang harus dilakukan pengendara adalah mengukur ketinggian air sebelum memutuskan untuk melintas.

"Batas aman yang masih bisa dilewati itu maksimal setengah ban, untuk mobil standar yang tidak dimodifikasi. Kalau sudah lewat dari itu, sebaiknya jangan dipaksakan," ujar Ade dalam Trade-in Day Daihatsu, Sabtu (13/12/2025).

Kendaraan yang tidak mengalami modifikasi suspensi maupun ground clearance sangat rentan mengalami kerusakan jika dipaksa menerobos genangan air yang terlalu tinggi. Jika memungkinkan, pengendara disarankan menepi dan menunggu air surut.

Namun, jika harus melintas dalam kondisi darurat, Ade menekankan teknik yang benar:

  • Jaga Mesin Tetap Hidup: Kesalahan paling fatal adalah membiarkan mesin berhenti di tengah genangan, yang akan membuat air lebih mudah masuk ke sistem kendaraan. "Mesin harus dijaga tetap hidup dengan putaran yang stabil. Jangan berhenti di tengah banjir," tegasnya.

  • Pastikan Lancar: Sebelum masuk genangan, pengemudi harus memastikan kondisi di depan benar-benar lancar dan tidak macet. Memaksakan masuk ke genangan saat antrean justru meningkatkan risiko kendaraan mogok.

  • Gigi Rendah: Untuk mobil manual, jaga putaran mesin dan mainkan kopling secara hati-hati. Untuk mobil otomatis, gunakan gigi rendah agar putaran mesin tetap tinggi dan tenaga stabil.

Ancaman Kerusakan Jangka Panjang

Ade menekankan bahwa kendaraan yang berhasil melewati banjir tanpa mogok bukan berarti terbebas dari masalah.

Kerusakan justru bisa muncul beberapa waktu setelah kejadian.

"Mobil yang terlihat normal setelah banjir belum tentu aman. Ada komponen yang kerusakannya baru terasa satu sampai tiga bulan kemudian,” katanya.

Salah satu komponen yang paling rawan terdampak adalah bearing roda.

Pelumas pada bearing dapat larut oleh air saat melintasi banjir, menyebabkan pelumasan tidak optimal dan keausan.

"Awalnya tidak terasa. Tapi setelah satu atau dua bulan, bearing bisa aus, timbul bunyi, dan akhirnya rusak,” ungkap Ade, seraya menyarankan pemeriksaan lebih awal untuk menekan biaya perbaikan.

Pemeriksaan Awal Setelah Menerobos Banjir

Setelah kendaraan berpotensi terendam atau menerobos banjir, pemilik mobil tidak disarankan langsung menyalakan mesin. Berikut adalah langkah pemeriksaan awal yang krusial:

  1. Cek Kondisi Oli Mesin: Jika gelombang air menyentuh bagian mesin, ada kemungkinan air masuk dan bercampur dengan oli.

    "Oli yang masih murni warnanya seperti kopi Americano, tapi kalau sudah bercampur air biasanya berubah seperti kopi susu. Kalau sudah seperti itu, jangan hidupkan mesin karena fungsi pelumasan sudah hilang dan bisa merusak komponen mesin,” jelas Ade.

  2. Sistem Kelistrikan dan Aki: Periksa sistem kelistrikan mengingat kendaraan modern banyak memiliki komponen elektronik. Air dapat menyebabkan korsleting. Periksa kondisi aki secara visual untuk memastikan tidak ada perubahan bentuk atau pembengkakan.

  3. Lampu dan Rem: Periksa lampu-lampu kendaraan karena rawan kemasukan air, padahal ini penting untuk keselamatan. Terakhir, periksa sistem pengereman. Keluhan yang sering muncul adalah rem menjadi lengket karena air membawa debu rem yang menempel pada kampas dan piringan.

Jika seluruh pemeriksaan awal ini telah dilakukan dan kondisi kendaraan dinilai aman, pemilik mobil tetap disarankan membawa kendaraannya ke bengkel untuk pemeriksaan lanjutan guna mencegah kerusakan tersembunyi.

 

(cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved