Kasus Korupsi
Tanggapan Gubernur Bobby Nasib Bupati Langkat Ditangkap KPK, Sebelumnya Sudah Pernah Dapat Info
Tanggapan Gubernur Sumut Bobby Nasution terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjaring Bupati Langkat Syah Affandin
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Beginilah tanggapan Gubernur Sumut Bobby Nasution terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjaring Bupati Langkat Syah Affandin.
Bupati Syah Afandin dibawa ke Jakarta dan ditahan di rutan KPK Jakarta mulai Sabtu (4/7/2026) lalu.
Bobby Nasution mengatakan, sudah beberapa kali menyampaikan jika pihaknya mendapatkan laporan yang janggal, akan langsung diberikan surat teguran secara lisan maupun tulisan.
Baca juga: Jadwal Argentina vs Mesir Malam Ini, Swiss vs Kolombia, Prediksi Legenda PSMS Donny Siregar
Menurut Bobby Nasution sebagai pemerintah daerah, tugasnya adalah menjalankan program dari pemerintah pusat.
"Ya, yang pasti, kami menjalankan program pusat ke pemerintah daerah. Hal- hal yang kami rasa janggal di roda pemerintahan, pasti kami sampaikan. Baik itu teguran secara langsung , secara halus, secara tulis, atau langsung ini sudah kami sampaikan beberapa kali,"terangnya.
Disinggung, artinya Bobby sudah pernah mendapatkan laporan Bupati Langkat Ondim korupsi, ia tak merinci secara gamblang.
"Ya itu tadi yang kami sampaikan ya (artinya sudah pernah dapat info korupsi)
Dikatakannya, untuk Langkat sudah dua kali terjadi bupati kena OTT. Sehingga perlu adanya evaluasi.
"Ini sistem. Sistem harus benar-benar baik. Kalau sistem udah baik, hrus kembali ke personalnya. Secanggih apapun sistem pastikan yang menjalankan person (orang). Jadi sekarang person to person. Kalau person baik secanggih apapun sistemnya, pasti ada celah untuk menembusnya,"jelasnya.
Bobby juga berpesan, agar Plt Bupati yang ditunjuk menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi.
"Untuk bu Plt, khusus untuk jabatan ASN, jadikan ASN kerja untuk masyarakat bukan untuk pimpinan.
Tanggung jawab mereka ke masyarakat, melapornya ke pimpinan. Jangan jadikan ASN dua pilihan, melayani masyarakat atau melayani pimpinan itu gak boleh terjadi. Itu sistem yang harus bisa diperbaiki di Langkat," terangnya.
Seperti diberitakan, OTT KPK menjaring 7 orang termasuk penyelenggara negara pada Kamis (2/7/2026).
7 Orang yang Ditangkap dalam OTT KPK:
- Syah Afandin alias Ondim Bupati Langkat periode 2025–2030
- Yaqub Abdhal Al Mu'arif selaku pihak swasta sekaligus Tim Sukses Pilkada 2024
- Ilhamsyah selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Langkat.
- Syahrial selaku orang dekat bupati sekaligus mantan anggota DPRD Sumut
- Akbar selaku ajudan bupati
- Zulkifli selaku sopir bupati
- Sugiarto dari pihak swasta.
Tim satgas antirasuah menangkap ketujuh orang tersebut dalam operasi senyap yang berlangsung di tiga lokasi berbeda, yakni Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan.
(Cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-saat-diwawancarai-usai-meninjau-Kantor11.jpg)