Berita Viral
SOSOK Oknum Aparat yang Sekap dan Siksa Istri Siri, Ngaku Duda, Korban Dipaksa Produksi Sabu
Korban dipaksa untuk ikut meracik serta memasak bahan-bahan kimia berbahaya agar menjadi sabu siap edar.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok oknum aparat yang sekap dan siksa istri siri.
Kepada korban di awal perkenalan, pelaku mengaku seorang duda
Korban pun dipaksa produksi sabu siap edar dan mengkonsumsi pribadi.
Baca juga: Saat Bupati Langkat Ditangkap KPK dan Wakilnya Malah Milih Santai Nobar Bareng Pejabat Lainnya
Kasus ini mencuat usai diunggah oleh Hotman Paris.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman Paris membeberkan cerita pilu mengenai kekejaman yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian aktif tersebut.
Peristiwa tragis ini bermula dari sebuah awal perkenalan yang penuh dengan kebohongan status, sebelum akhirnya korban disekap dan disiksa di sebuah rumah kontrakan di Tegal, Jawa Tengah.
Baca juga: Ondim Diamankan KPK, Pejabat dan Wakil Bupati Langkat Milih Nonton Bareng di Rumah Dinas
Berdasarkan dari kronologi yang dibagikan Hotman Paris, hubungan yang berakhir tragis itu bermula sejak tahun 2023 hingga 2024.
Saat itu, korban M pertama kali mengenal pelaku setelah diperkenalkan oleh seorang temannya berinisial V.
Dalam proses perkenalan tersebut, pelaku sengaja menyembunyikan identitas aslinya sebagai aparat kepolisian demi memikat hati korban.
Pelaku mengaku kepada M bahwa dirinya hanyalah seorang duda dan merupakan warga sipil biasa.
Baca juga: Bertahan Sejak Era Kolonial, Rahasia Kedai Kopi Apek Medan yang Tak Pernah Kehilangan Pelanggan
"Awal kenal korban dengan pelaku dikenalkan oleh teman (V) dan saya taunya dia duda dan bukan polisi. Setelah ada perkenalan tersebut, sampai pada akhirnya di tahun 2024 awal dinikahi secara siri," tulis Hotman dikutip Tribunsumsel.com.
Terbuai oleh pelaku, korban akhirnya bersedia menjalin hubungan lebih dekat hingga keduanya memutuskan untuk melangsungkan pernikahan secara siri pada awal tahun 2024.
Namun, sesaat setelah pernikahan siri itu terjadi, tabiat asli pelaku langsung berubah drastis menjadi penuh kekerasan fisik.
Bahkan, anak dari pelaku disebut pernah mengancam akan menyebarkan rekaman video-video asusila milik korban bersama pelaku jika korban berani melaporkan kekejaman ini kepada pihak berwajib.
Baca juga: Bertahan Sejak Era Kolonial, Rahasia Kedai Kopi Apek Medan yang Tak Pernah Kehilangan Pelanggan
"Setelah adanya pernikahan siri baru adanya penganiayaan disebabkan karena cekcok sama ngimbangin seksnya pelaku, kadang ada perlakuan menyimpang maunya berhubungan cewenya lebih dari satu dan kadang direkam pakai CCTV yang mana anak pelaku suka mengancam akan menyebarkan CCTV tersebut serta seks menyimpang lainnya," kata Hotman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/HOTMAN-PARIS-Hotman-Paris-Hutapea-bongkar-dugaan-oknum-aparat-seka.jpg)