Koperasi Merah Putih
2 Pekan Dilatih Militer, 4 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Stop Dulu Latsar
Baru 2 pekan berjalan, Sudah 4 calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti latihan dasar kemiliteran meninggal.
Ringkasan Berita:Latihan Dasar Kemiliteran Manajer Kopdes
- Baru 2 bulan berjalan, sudah 4 calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti latihan dasar kemiliteran meninggal.
- Muhammad Rifki merupakan korban ke-empat yang dinyatakan meninggal pada Jumat 26 Juni 2026
- Anggota DPR Yulius Setiarto, mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil)
- Jenazah Novia yang tiba di Kota Padangsidimpuan Sumut pada Rabu (24/6/2026) sudah dimakamkan
TRIBUN-MEDAN.com - DPR mengkritisi pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Sudah 4 calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti latihan dasar kemiliteran tersebut meninggal.
4 calon manajer Koperasi Merah Putih tersebut yakni
- Anisa Muyassaroh
- Yonanda Muhammad Taufiq
- Novia Rahmadhani Sihotang asal Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut).
4 Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
Muhammad Rifki merupakan korban ke-empat yang dinyatakan meninggal pada Jumat 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, meminta kementerian dan lembaga terkait meninjau kembali standar materi Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil)
Kini, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Yulius Setiarto, mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan sementara pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) tersebut.
4 Peserta Meninggal Kurun 2 Pekan
Desakan itu disampaikan setelah empat peserta program tersebut meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.
Menurut Yulius, rentetan kematian peserta merupakan tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Dia menilai penghentian sementara diperlukan agar evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan pelatihan dapat dilakukan demi menjamin keselamatan peserta.
"Saat ini diperlukan penghentian sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang tengah berjalan, disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraannya demi menjamin keselamatan peserta dan akuntabilitas negara," kata Yulius kepada Tribunnews, Sabtu (27/6/2026).
Program SPPI yang diselenggarakan Kemhan bertujuan mempersiapkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pelatihan dimulai pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 45 hari hingga 31 Juli 2026, dengan melibatkan 35.476 peserta di berbagai satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia.
Yulius juga menekankan bahwa Kemhan memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh peserta selama mengikuti program resmi pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Calon-manajer-kopdes-merah-putih.jpg)