Berita Internasional

Perintah Netanyahu, Israel Gempur Lebanon hingga 27 Tewas, Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran

Israel menuding Hizbullah yang disokong oleh Iran tersebut menyerang tentara Israel dan melanggar perjanjian damai yang baru saja disepakati.

Tayang:
Istimewa
SISTEM PERTAHANAN ISRAEL — Baterai dan peluncur rudal sistem pertahanan udara Israel yang dikenal luas sebagai Iron Dome bersiap di posisinya. Pada Sabtu (28/2/2026), unit ini dikerahkan untuk meluncurkan rudal pencegahan guna mengantisipasi balasan Iran pascaserangan udara sebelumnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Usai kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran, situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel menggempur Lebanon.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran yang menyasar wilayah selatan dan timur Lebanon sejak malam hari hingga Sabtu (20/6/2026) siang waktu setempat atau malam Waktu Indonesia Barat (WIB).

Serangan Israel ke Lebanon ini mengabaikan kesepakatan Amerika Serikat dan Iran.

Militer Israel berdalih operasi ini dilakukan untuk menargetkan kelompok Hizbullah.

Israel menuding Hizbullah yang disokong oleh Iran tersebut menyerang tentara Israel dan melanggar perjanjian damai yang baru saja disepakati.

Dilansir dari laporan media lokal Lebanon dan tim penyelamat di lokasi kejadian, dampak dari serangan udara bertubi-tubi ini sangat mematikan.

Dilaporkan setidaknya 27 orang dilaporkan tewas dan 26 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran Israel yang menghancurkan sejumlah kawasan permukiman tersebut.

Perintah Netanyahu

Sebelum gelombang serangan balasan ini meningkat, pihak IDF menyatakan bahwa mereka sebenarnya berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata Iran-AS untuk tak menyerang Lebanon

Melansir dari Times of Israel, hal ini dibenarkan oleh seorang pejabat militer Israel.

Narasumber anonim tersebut mengungkapkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pentahapan Israel Katz sebenarnya telah menginstruksikan IDF untuk menahan tembakan di Lebanon.

Laporan serupa juga dikabarkan stasiun televisi lokal Israel Channel 12 yang menyampaikan adanya instruksi untuk menahan diri setelah adanya koordinasi antara eselon politik dan Amerika Serikat.

Langkah ini awalnya diharapkan mampu menjaga stabilitas yang sangat rapuh di wilayah perbatasan kedua negara.

Namun, ketegangan tidak dapat dibendung.

Seorang pejabat senior kemudian menyatakan bahwa Netanyahu menegaskan posisi negaranya bahwa Israel akan tetap berada di Lebanon selatan

Kantor Perdana Menteri Netanyahu juga menyebut Militer Israel disebut akan bertahan di wilayah tersebut selama waktu yang diperlukan untuk membela perbatasan utaranya,

Gempur 300 Target

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup F - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 00:00 WIB
Netherlands
Belanda
5 - 1
Sweden
Swedia
Grup E - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 03:00 WIB
Germany
Jerman
2 - 1
Ivory Coast
Pantai Gading
Grup E - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 07:00 WIB
Ecuador
Ekuador
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 11:00 WIB
Tunisia
Tunisia
VS
Japan
Jepang
Grup H - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Saudi Arabia
Arab Saudi
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved