Berita Viral
SEKOLAH Kaya Kini Dicoret dari Penerima MBG, BGN Alihkan ke Wilayah Terpencil dan Rentan Gizi
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi dan pemerataan manfaat program MBG.
TRIBUN-MEDAN.com - Sekolah kaya kini dicoret dari penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional (BGN) alihkan ke wilayah terpencil dan rentan gizi.
Hal ini sebagai upaya BGN dalam melakukan penyesuaian besar-besaran dalam pendataan.
Baca juga: DAFTAR Lengkap 69 Pejabat Baru Pemko Medan yang Baru Dilantik, Mulai Lurah hingga Kepala Dinas
BGN pun mencoret sekolah-sekolah yang dinilai sudah mampu secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi siswanya.
Kebijakan ini diambil agar anggaran negara benar-benar tepat sasaran dan lebih banyak menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, terutama di wilayah terpencil dan rentan gizi.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi dan pemerataan manfaat program MBG.
Baca juga: KESAKSIAN Penjaga Toilet Pasar Parluasan, Ada Pria Diduga Siram Bensin, Kerugian Diperkirakan Rp2 M
Menurutnya, sekolah-sekolah yang secara ekonomi sudah tergolong mampu tidak lagi menjadi prioritas penerima bantuan makanan gratis dari pemerintah.
"Sekolah-sekolah yang tadi saya sebutkan itu adalah kami anggap berdasarkan beberapa kriteria yang kami susun, mereka secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka. Oleh karena itu tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah," kata Agustina dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa dana yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah-sekolah tersebut akan dialihkan ke wilayah lain yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pemerintah menargetkan penguatan intervensi gizi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Baca juga: BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Rupiah Menguat, Pengamat Ingatkan Tekanan Belum Berakhir
"Nah, pemerintah mengalihkan ke sekolah lain, ke tempat lain, ke daerah 3T, ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," lanjutnya.
76 Sekolah di Pulau Jawa Sudah Dicoret
Proses pendataan dan evaluasi penerima manfaat MBG saat ini masih terus berlangsung di berbagai daerah. BGN mencatat, hingga saat ini sudah terdapat 76 sekolah di Pulau Jawa yang masuk dalam daftar sementara untuk tidak lagi menerima program tersebut.
"Sampai dengan hari ini, kami sudah melakukan pendataan dan sudah teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa sementara ini ya Ibu dan Bapak ya," ujar Agustina.
Baca juga: PTPN I Kembangkan Peternakan Ayam Petelur di Bone dan Lampung, Klaim Akan Diserap MBG
Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 39.352 siswa yang sebelumnya menjadi penerima manfaat program makan bergizi gratis, namun kini jatahnya dialihkan sesuai kebijakan baru pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-BGN-Nanik-S.jpg)