Berita Viral
FIRASAT Buruk Ibu Andi Sebelum Anaknya Ditahan Militer Israel, Sempat Larang, Berat Berikan Izin
Ibu Andi Angga sempat melarang dan berat hari mengizinkan anaknya untuk berangkat dalam misi kemanusiaan lewat jalur laut menuju Gaza, Palestina
TRIBUN-MEDAN.COM – Firasat buruk dirakan ibu Andi Angga di Makasar sebelum anaknya ditahan Militer Israel.
Ibu Andi Angga sempat melarang dan berat hari mengizinkan anaknya untuk berangkat dalam misi kemanusiaan lewat jalur laut menuju Gaza, Palestina.
Andi Angga sendiri merupakan relawan dari lembaga kemanusiaan Rumah Zakat.
Ketakutan sang ibu kini benar-benar terjadi.
Putranya yang bernama Andi Angga Prasadewa sekarang menjadi salah satu dari lima warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel.
Ia ikut dalam pelayaran Global Sumud Flotilla 2026 dengan menaiki Kapal Josef.
Namun, kapal yang membawa bantuan kemanusiaan tersebut justru dicegat oleh militer Israel.
Peristiwa penangkapan itu terjadi di wilayah perairan Siprus.
Baca juga: Jadwal Final Liga Champions Arsenal vs PSG, Mikel Arteta Fokus Setelah Genggam Juara Liga Inggris
Sang ibu, Sutrawati Kaharuddin kini merasa sangat cemas.
Ia menceritakan bahwa sejak awal rencana keberangkatan, hatinya sudah berat untuk memberikan izin kepada Andi Angga.
Sebagai seorang ibu, Sutrawati sudah memikirkan berbagai risiko buruk yang bisa terjadi di laut menuju Palestina.
Rasa khawatir yang besar membuat dirinya sempat meminta sang anak untuk tidak pergi.
"Sebelumnya minta izin, cuman awalnya memang saya tidak izinkan, karena saya sudah memikirkan resikonya.
Sebagai ibu kan tentu rasa khawatir saya itu lebih besar," tutur Sutrawati melansir dari Kompas TV, Selasa (19/5/2026).
Meskipun sempat dilarang, Andi Angga tidak menyerah.
Ia terus berusaha menenangkan hati ibunya dan meminta restu agar perjalanannya berjalan lancar.
Andi Angga berulang kali meyakinkan Sutrawati bahwa misi kemanusiaan yang ia jalani akan aman.
Syaratnya, sang ibu tidak putus dalam mendoakan keselamatan dirinya selama berlayar.
"Tapi, Andi Angga itu terus meyakinkan saya, 'InsyaAllah tidak akan terjadi apa-apa selama Bunda mendoakan, selama Bunda mengiringi doa anaknya, InsyaAllah tidak akan terjadi apa-apa,'" kata Sutrawati menirukan ucapan putranya.
Baca juga: Nasib AKP Deky Jonathan Dijebloskan ke Dalam Tahanan Bareskrim, Resmi Dipecat
Ketertarikan Andi Angga terhadap dunia kemanusiaan sebenarnya bukan hal baru bagi keluarga.
Sutrawati mengatakan bahwa jiwa sosial anaknya itu sudah tumbuh sejak lama.
Sejak masih duduk di bangku kuliah, Andi Angga memang sudah sangat aktif dalam berbagai kegiatan relawan.
Ia sering terjun langsung untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
"Iya, dari dulu memang dia suka jadi relawan, sejak kuliah dia memang suka sering jadi relawan," ungkap Sutrawati.
Kini, setelah Kapal Josef dicegat oleh pihak militer Israel, Sutrawati hanya bisa menunggu informasi resmi.
Pihak keluarga masih menanti kabar terbaru mengenai kondisi dan keberadaan Andi Angga di sana.
Dalam situasi ini, keluarga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menjemput korban.
Oleh karena itu, Sutrawati sangat mengharapkan bantuan penuh dari pemerintah Indonesia.
Ia meminta pemerintah segera turun tangan membantu proses penyelamatan.
Baca juga: Tanggapan KPK Tuntutan 5 Tahun Noel Ebenezer yang Jadi Sorotan, Terdakwa tak Terima
Sutrawati berharap anak kandungnya bersama relawan lain bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke tanah air dengan selamat.
"Ya untuk pemerintah. Karena kami keluarga tidak mampu berbuat apa-apa. Hanya berharap sama pemerintah untuk agar bisa menyelamatkan anak saya," ucap Sutrawati.
Sutrawati juga menegaskan bahwa kepergian anaknya ke wilayah konflik tersebut murni untuk urusan kemanusiaan.
Ia menolak jika aktivitas anaknya dikaitkan dengan kelompok teroris.
Andi Angga pergi berlayar bukan untuk membawa senjata atau ikut berperang.
Kapal yang mereka tumpangi murni membawa pasokan bantuan penting untuk warga Gaza yang sedang kesusahan.
"Karena anak saya kan hanya misi kemanusiaan, menjalankan misi kemanusiaan bukan sebagai teroris yang harus diculik," tegas Sutrawati.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/WNI-DITANGKAP-ISRAEL-Seorang-relawan-Rumah-Zakat-asal-Indonesia.jpg)