Berita Viral
KLARIFIKASI Pihak Sarwendah Dituduh Pesugihan di Gunung Kawi, Isu Muncul Akibat Video Pesulap Merah
Pihak Sarwendah membantah telah melakukan pesugihan di Gunung, Kawi, Jawa Timur.
TRIBUN-MEDAN.com - Pihak Sarwendah membantah telah melakukan pesugihan di Gunung, Kawi, Jawa Timur.
Berita miring menerpa Sarwendah, eks Ruben Onsu.
Sarwendah dituduh melakukan pesugihan di Gunung Kawi.
Isu ini muncul setelah video yang menampilkan pria yang disebut sebagai kuncen Gunung Kawi.
Dalam video itu, sang kuncen menyebut nama Sarwendah saat membahas soal ritual pesugihan.
Percakapan tersebut terjadi ketika kuncen berbincang dengan selebgram sekaligus kreator konten Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah.
Viral di media sosial
Video itu kemudian viral dan memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen.
Dalam potongan video yang beredar, Marcel sempat bertanya soal artis yang pernah datang ke lokasi tersebut.
“Kalau artis ada yang ke sini juga?” tanya Marcel kepada sang kuncen.
Kuncen itu lalu menjawab bahwa cukup banyak artis yang datang ke Gunung Kawi.
Ia kemudian menyebut nama Sarwendah dalam pernyataannya.
“Kalau artis-artis itu banyak, ya termasuk Sarwendah itu juga ke sini,” ujar kuncen.
Marcel lalu kembali memperjelas maksud kedatangan Sarwendah ke lokasi tersebut.
“Itu dia ke sini cuma ada acara ke sini?” tanya Marcel lagi.
Kuncen kemudian menyebut kedatangan Sarwendah disebut berkaitan dengan ritual tertentu.
“Ya ada acara memang punya tujuan, ya ritual juga,” ucap sang kuncen.
Pernyataan itulah yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Banyak warganet kemudian mengaitkan kedatangan Sarwendah ke Gunung Kawi dengan praktik pesugihan.
Bantahan Sarwendah
Menanggapi kabar yang semakin liar, pihak Sarwendah akhirnya buka suara.
Lewat kuasa hukumnya, Sarwendah membantah keras tudingan tersebut.
Pihak Sarwendah menegaskan bahwa kedatangan artis tersebut ke Gunung Kawi bukan untuk ritual pesugihan.
Pengacara Sarwendah, Simon, mengatakan kliennya memang pernah datang ke Gunung Kawi beberapa tahun lalu.
Namun kunjungan itu disebut murni untuk keperluan pekerjaan.
Menurut Simon, saat itu Sarwendah tengah menjalani proses syuting podcast bertema horor.
“Menanggapi pemberitaan yang cukup viral beberapa hari ini terkait klien kami disebut di pesugihan Gunung Kawi katanya,” ujar Simon.
“Perlu kami luruskan bahwa yang terjadi pada saat itu sudah cukup lama.”
Ia menjelaskan video tersebut diambil sekitar tahun 2021 hingga 2022.
Kala itu, Sarwendah datang bersama tim produksi.
Kegiatan yang dilakukan disebut hanya sebatas pengambilan gambar untuk konten hiburan.
“Pada saat itu klien kami dengan timnya memang ke sana untuk aktivitas syuting,” kata Simon.
Pihak Sarwendah juga menegaskan bahwa artis tersebut tidak datang seorang diri.
Adik Ruben Onsu, Jordy Onsu, disebut ikut berada di lokasi saat proses syuting berlangsung.
“Ada Jordy juga di situ, memang aktivitas syuting, bentuknya syuting temanya horor, jadi memang ada pengambilan gambar di sana,” lanjut Simon.
Menurut pihak kuasa hukum, isu pesugihan yang berkembang telah merugikan nama baik Sarwendah.
Simon menilai narasi yang berkembang sudah mengarah pada fitnah.
“Ini pemberitaan yang memang awalnya menghibur mencari sensasi, tapi dengan viral seperti ini cukup merugikan klien kami namanya disebut-sebut. Ini kan fitnah,” tegas Simon.
Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Sewu, juga memberikan penjelasan serupa.
Ia menyebut tuduhan pesugihan terhadap kliennya merupakan bentuk framing yang tidak berdasar.
“Itu framing, kami enggak tahu itu motivasinya apa,” kata Chris Sam Sewu.
Meski merasa dirugikan, pihak Sarwendah hingga kini belum mengambil langkah hukum.
Namun mereka mengaku masih mempelajari video yang beredar luas di media sosial.
Chris mengatakan kemungkinan langkah hukum tetap terbuka jika ditemukan unsur pencemaran nama baik.
“Kami akan pelajari video yang beredar, kalau memang video ini disebarkan untuk menjelekkan klien kami, kami pasti akan lakukan upaya hukum seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Pihak Sarwendah juga menepis anggapan bahwa artis tersebut mencari kekayaan melalui jalan mistis.
Chris menegaskan selama ini Sarwendah dikenal bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurutnya, aktivitas Sarwendah sehari-hari justru bertolak belakang dengan tuduhan pesugihan.
“Klien kami kalau bisa dilihat kerja dari pagi sampai malam,” kata Chris.
Ia menyebut Sarwendah aktif bekerja, termasuk melakukan siaran langsung di media sosial hingga larut malam.
“Pesugihan orang enggak usah kerja tiba-tiba datang semua tuh sendiri. Klien kami kerja dari pagi sampai malam sampai pagi lagi bisa dilihat dari TikTok live,” lanjutnya.
Chris juga mengatakan Sarwendah selalu mengajarkan prinsip kerja keras kepada anak-anaknya.
“Klien kami memiliki prinsip bahwa mendapatkan kekayaan itu dengan kerja keras, tidak dengan hal-hal seperti itu,” ungkap Chris.
Di sisi lain, Marcel Radhival akhirnya ikut memberikan tanggapan atas polemik tersebut.
Kontennya bersama sang kuncen kini menjadi sorotan publik.
Marcel mengaku dirinya tidak langsung percaya terhadap cerita yang disampaikan kuncen soal Sarwendah.
Ia bahkan sempat mempertanyakan kembali ucapan sang kuncen.
“Saya belum ngobrol sama Sarwendah sih,” ujar Marcel.
“Ke kuncen saya nanya detail, saya sempat enggak percaya juga,” lanjutnya.
Marcel mengatakan dirinya sempat bertanya apakah kedatangan Sarwendah hanya untuk liburan atau memang menjalani ritual tertentu.
Menurut Marcel, jawaban itu murni berasal dari pengakuan sang kuncen.
“(Kata kuncen) ya syuting sembari menjalankan ritual, kata mereka gitu, kata kuncennya, enggak tahu benar atau enggak,” ucap Marcel.
Karena itu, Marcel menilai klarifikasi dari Sarwendah memang diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Ia juga mengaku tidak sepenuhnya percaya dengan cerita sang kuncen.
Bahkan Marcel meragukan klaim yang menyebut Sarwendah datang untuk meminta kelancaran rezeki dan pekerjaan.
“Karena saya tipikal yang enggak percaya ya,” kata Marcel.
“Buktinya kuncennya sendiri bilang nasib-nasiban, ya udah sama aja,” pungkasnya.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di wartakota.com
| Viral Video Bagi-bagi Uang Komisi Proyek Pembangunan Kopdes di Jatim, Ini Respons Kodim Kediri |
|
|---|
| KELAKUAN Bejat Ayah Kandung ke Putri Kandung Terkuak Lewat Diary: Korban Tulis di Buku, Takut Lapor |
|
|---|
| BANTAHAN Dandim Usai Dituding Bagi-bagi Komisi Proyek Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| TAMPANG AKP Deky Digiring ke Bareskrim Kasus Narkoba: Bekingi Bandar Sabu di Kutai Barat |
|
|---|
| DANDIM Kediri Sebut Hoaks Video Viral Diduga Bagi-bagi Fee Proyek Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sempat-Panik-Karena-tak-Dikabari-Sarwendah-Akhirnya-Beber-Penyebab-Ruben-Onsu-Drop-Usai-Besuk-Suami.jpg)