Berita Internasional
Pernyataan Presiden Iran, Masoud Sebut AS dan Israel Jadi Pemecah Negara-negara Islam
Menurut dia, Amerika Serikat dan Israel selama ini terus berupaya memecah belah negara-negara Islam
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyebut seharusnya negara-negara Islam bersatu.
Menurut dia, Amerika Serikat dan Israel selama ini terus berupaya memecah belah negara-negara Islam melalui proyek-proyek yang menimbulkan ketidakpercayaan.
Masoud Pezeshkian menegaskan keyakinannya bahwa Israel tidak akan berani menyerang negara-negara Islam apabila dunia Islam mampu bersatu dan memperkuat kerja sama regional.
Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, di Teheran, Minggu (17/5/2026).
Menurut Pezeshkian, negara-negara besar di dunia Islam harus membangun perdamaian dan stabilitas kawasan melalui persatuan serta hubungan erat antarsesama negara Muslim.
“Jika ada persatuan dan konvergensi Islam, rezim Israel tidak akan pernah berani menyerang dan menginvasi negara-negara Islam,” ujarnya, dikutip dari Tasnim.
Konvergensi di sini berarti penyatuan arah atau kesamaan tujuan politik dan strategis antarnegara.
Iran Ingin Bangun Hubungan Baik
Pezeshkian menegaskan, Iran ingin membangun hubungan yang tulus dan berkelanjutan dengan negara-negara Islam di kawasan, khususnya negara-negara tetangga di Teluk Persia.
Namun, menurut dia, Amerika Serikat dan Israel selama ini terus berupaya memecah belah negara-negara Islam melalui proyek-proyek yang menimbulkan ketidakpercayaan.
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian juga mengecam serangan militer AS dan Israel terhadap Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menyebut, serangan tersebut sebagai “kejahatan besar” yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, hukum, dan standar internasional.
Pezeshkian menyinggung gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, sejumlah komandan tinggi militer, menteri, mahasiswa, dan warga sipil akibat serangan tersebut.
Meski demikian, ia menilai tujuan AS dan Israel untuk menciptakan kekacauan internal dan menggulingkan sistem pemerintahan Iran gagal tercapai.
“Mereka tidak pernah membayangkan rakyat Iran akan berdiri bersama negaranya dengan persatuan dan loyalitas sebesar ini,” ujarnya.
Hubungan Iran dan Pakistan
Selain membahas situasi geopolitik, Pezeshkian juga menyoroti hubungan Iran dan Pakistan yang dinilai semakin dekat pasca-konflik regional.
Ia memuji langkah Pakistan dalam memperkuat perdagangan perbatasan dan kerja sama ekonomi dengan Iran.
Menurut dia, kondisi tersebut membuka peluang memperluas hubungan bilateral di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, hingga teknologi.
Iran juga menyatakan siap meningkatkan kerja sama pendidikan dan teknologi dengan Pakistan, termasuk pertukaran mahasiswa, dosen, dan pengalaman ilmiah.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengatakan negaranya telah berupaya membantu meredakan konflik dan menurunkan ketegangan di kawasan.
Ia menyampaikan, perkembangan beberapa bulan terakhir membuat publik semakin memahami siapa sekutu dan lawan sebenarnya dalam situasi krisis kawasan Timur Tengah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Ultimatum Presiden AS untuk Iran Segera Akhir Perang, Trump: Jika Abai, Tak Ada yang Tersisa |
|
|---|
| Hubungan Tak Direstui karena Beda Status Sosial, Wanita Bantu Kekasih Rampok Rumah Keluarga Sendiri |
|
|---|
| Viral Wanita Batalkan Pernikahan seusai Temukan Barang Milik Selingkuhan Tunangannya di Dalam Kamar |
|
|---|
| Pria Ngaku ke Istri Habisi Wanita Selingkuhannya, Pelaku Cemburu Korban Selingkuh dengan Driver Ojol |
|
|---|
| Cemburu Buta, Suami Tikam dan Gorok Pria yang Dicurigai Selingkuhan Sang Istri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Iran-Masoud-Pezeshkian-teruskan.jpg)