Berita Viral

Bima Yudho Minta Josepha Tolak Tawaran Beasiswa ke China, Ungkap 3 Alasan Ini

Salah satunya adalah selebgram sekaligus konten kreator Bima Yudho Saputro atau yang dikenal dengan nama Awbimax.

Tayang:
Youtube MPR.GO.ID
TAWARAN KE CHINA- Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang mendapat perlakuan tidak adil dalam acara cerdas cermat di Kalimantan Barat kini mendapat tawaran belajar ke China. 

“Kerja apa dulu? Jangan sampai jadi buzzer. Hati-hati ini long game,” ucapnya.

Istilah “buzzer” di Indonesia sering digunakan untuk menyebut pihak yang aktif membentuk opini di media sosial, biasanya terkait isu politik atau kepentingan tertentu.

Sementara “long game” berarti strategi jangka panjang yang dilakukan secara bertahap untuk mencapai tujuan tertentu.

Ucapan Bima itu kembali menjadi bahan perdebatan di media sosial karena dianggap menyentuh isu politik dan komunikasi publik yang lebih luas.

Saran Cari Beasiswa dari Jalur Lain

Dalam pernyataannya, Bima juga menyarankan Josepha agar mempertimbangkan jalur beasiswa lain yang berasal langsung dari pemerintah negara tujuan, kampus, maupun lembaga internasional.

“Mending kata gue cari eksternal beasiswa dari negara tujuannya langsung, dari goverment negara tujuannya langsung, atau dari kampusnya langsung atau parsial atau apalah. Semangat Josepha jangan mau dijadiin alat politik,” katanya.

Beasiswa parsial sendiri merupakan bantuan pendidikan yang hanya menanggung sebagian biaya kuliah atau kebutuhan studi, berbeda dengan beasiswa penuh yang mencakup seluruh biaya pendidikan dan hidup.

Pernyataan Bima itu semakin memperluas diskusi publik mengenai independensi pendidikan dan relasi antara bantuan pendidikan dengan dinamika politik.

Josepha Dapat Tawaran dari Anggota MPR

Tawaran beasiswa kepada Josepha sebelumnya disampaikan Anggota MPR RI Rifqinizamy Karsayuda setelah aksi protes Josepha dalam LCC Empat Pilar viral di media sosial.

Dalam perlombaan tersebut, Josepha memprotes keputusan dewan juri karena jawaban yang ia berikan dianggap salah dan membuat timnya mendapat pengurangan nilai sebesar lima poin.

Video protes itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kritik publik terhadap objektivitas penilaian dewan juri.

Di tengah polemik tersebut, Rifqi menawarkan bantuan pendidikan kepada Josepha.

“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China,” kata Rifqi dikutip dari Tribunnews, Rabu (13/5/2026).

Tak hanya itu, Rifqi juga menjanjikan peluang pekerjaan setelah Josepha menyelesaikan kuliah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved