Berita Viral
Pilu di Simpang Bagan, Ibu dan Anak Kecelakaan, Sempat Panggil Nama Ibu sebelum Keduanya Meninggal
Dika yang juga terluka sempat duduk, tak lama ia muntah darah. Akibat kecelakaan itu, keduanya tewas.
TRIBUN-MEDAN.COM - Pilu driver ojek online yang tabrakan saat bonceng ibunya di Batam.
Pemuda yang diketahui bernama Dewa Andika Pratama (26) itu sempat mamanggil ibunya Sri Hartini yang sudah terkapar di jalan dengan luka parah di kepala.
Dika yang juga terluka sempat duduk, tak lama ia muntah darah. Akibat kecelakaan itu, keduanya tewas.
Baca juga: Respons John Herdman Nasib Timnas Indonesia Lawan Tim Sehebat Jepang, Qatar dan Thailand
Kecelakaan maut ini terjadi di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Batam pada Jumat (15/5/2026).
Korban bahkan dikabarkan sempat memanggil sang ibu, Sri Hartini, yang saat itu sudah tergeletak di jalan setelah kecelakaan terjadi.
Salah seorang rekan sesama driver online mengatakan informasi tersebut diperoleh dari warga yang berada di lokasi kejadian.
Baca juga: Lokasi Pemantauan Hilal di Kota Medan saat Sidang Isbat Idul Adha 17 Mei 2026
"Kalau yang saya dengar tadi, almarhum Dika itu sempat duduk setelah kecelakaan," ujar salah seorang rekan driver online di rumah duka.
Menurutnya, saat itu Dewa terlihat memanggil sang ibu yang sudah tergeletak di jalan dengan kondisi mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
"Dia sempat manggil ibunya. Kondisi ibunya waktu itu katanya sudah terbaring dan berdarah di bagian kepala," lanjutnya.
Tak lama setelah itu, kondisi Dewa disebut mulai melemah.
Baca juga: Polres Tebing Tinggi Bongkar Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dua Pria Diamankan
"Tidak lama kemudian Dika muntah darah," katanya lirih.
Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa ibu dan anak tersebut akhirnya tidak tertolong.
Dewa diketahui merupakan anak tunggal dan tinggal berdua bersama ibunya setelah sang ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Sehari-hari, pria kelahiran Tanjung Uban tahun 2000 itu bekerja sebagai driver ojek online.
Baca juga: Polres Tebing Tinggi Bongkar Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dua Pria Diamankan
Warga sekitar mengenal Dewa sebagai pribadi yang baik dan ramah.
Aktivitas mengantar ibunya bekerja juga disebut sudah menjadi rutinitas harian korban sebelum kembali mencari penumpang.
Kini, rumah yang biasanya ditempati ibu dan anak itu dipenuhi doa dan tangisan para pelayat yang merasa kehilangan atas kepergian keduanya.
Rencananya, jenazah Dewa dan ibunya akan dimakamkan usai salat ashar di TPU Bagan Piayu.
Kronologi
Beginilah kronologi driver ojek online tewas kecelakaan bersama ibunya.
Keduanya diketahui hanya tinggal berdua di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk.
Sementara sang ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Baca juga: Wartawan Media Online di Medan Mengaku Diintimidasi dan Dipaksa Buat Video Klarifikasi
Kecelakaan ini bermula saat Dewa Andika Pratama (26), warga Batam bersiap mengantar ibunya pergi bekerja seperti biasa pada Jumat (15/5/2026) pagi.
Dewa mengantar sang ibu, Sri Hartini, ke tempat kerjanya di PT Ghim Li.
Namun siapa sangka, perjalanan singkat itu menjadi perjalanan terakhir bagi ibu dan anak tersebut.
Keduanya meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan S. Parman arah Panbil, tepatnya di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning sekira pukul 08.00 WIB.
Sepeda motor Honda Beat warna hitam yang dikendarai Dewa terlibat kecelakaan dengan sebuah truk.
Kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil. Namun nyawa keduanya tak tertolong akibat luka parah yang dialami.
Di lingkungan tempat tinggalnya, pria kelahiran Tanjung Uban tahun 2000 itu dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah terhadap warga sekitar.
Ia merupakan anak tunggal dan tinggal bersama ibunya di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2.
Sementara sang ayah diketahui telah lebih dulu berpulang beberapa tahun lalu.
Seorang tetangga korban, Joel, mengaku sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Dewa dan sang ibu.
"Kalau ibu ini sama anaknya memang baik. Sama warga pun baik juga," ujar Ibu Joel.
Menurutnya, aktivitas mengantar ibunya bekerja memang sudah menjadi rutinitas harian Dewa sebelum mencari penumpang ojek online.
"Dia antar ibunya kerja dulu. Habis itu biasanya balik lagi ke rumah, baru pergi narik ojol itu," katanya.
Kabar kecelakaan tersebut pertama kali diketahui warga dari informasi Ketua RT setempat.
Sejak pagi, rumah duka dipenuhi keluarga, tetangga, dan rekan sesama driver online yang datang silih berganti.
Ibu Joel berharap pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dapat bertanggung jawab atas kejadian itu.
"Kasihanlah. Meninggal dua orang. Harus ada tanggung jawablah," ungkapnya lirih.
Rencananya, jenazah Dewa dan ibunya akan dimakamkan usai salat Jumat di TPU Bagan Piayu.
Sementara itu, petugas Satlantas Polresta Barelang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti.
Sopir truk juga telah dibawa ke Unit Gakkum Satlantas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sosok Korban
Kepergian Sri Hartini dan anak semata wayangnya, Dewa Andika Pratama, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Batam.
Ibu dan anak tersebut meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Sei Beduk, Jumat (15/5/2026) pagi.
Bagi pihak keluarga, Sri Hartini bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi menjadi kepala keluarga setelah sang suami meninggal dunia sekitar lima tahun lalu.
"Ya beliau ini orang baik, selalu komunikasi dengan kami, keluarga di kampung juga," ujar Desman, kerabat korban, saat ditemui di pemakaman pada Jumat sore
Menurut Desman, sejak kehilangan suami, Sri Hartini tinggal berdua bersama Dewa di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Sei Beduk.
Dika sendiri diketahui merupakan anak tunggal dan sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kadang-kadang memang beliau ada cerita sedih juga semenjak kehilangan suaminya," kata Desman.
Meski begitu, keluarga menyebut Sri Hartini tetap menjalani hidup seperti biasa bersama anaknya.
Suasana rumah duka pun dipenuhi pelayat yang datang silih berganti.
Pihak keluarga mengaku terharu melihat banyaknya rekan driver online dan warga yang ikut membantu proses pemakaman.
"Terima kasih kepada keluarga besar komunitas Komando sebanyak-banyaknya. Apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi kami sebagai ahli waris,"
Keluarga berharap proses hukum terkait kecelakaan tersebut dapat berjalan apabila mengarah ke unsur pidana.
Sebelumnya, kecelakaan itu terjadi saat Dewa Andika mengantarkan ibunya pergi bekerja.
Sepeda motor yang mereka gunakan terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di Jalan S. Parman arah Panbil hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia.
(*/ Tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| TERUNGKAP Trump Sudah Tulis Surat Wasiat untuk Wakilnya jika Ia Dibunuh saat Kunjungan ke China |
|
|---|
| AWAL Mula Pria Paruh Baya Bunuh Gadis 18 Tahun Gegara Tolak Ajakan Nikah, Kini Dipenjara 14 Tahun |
|
|---|
| USAI Bertemu Presiden Xi Jinping, Presiden Trump Peringatkan Taiwan Agar Tidak Deklarasi Kemerdekaan |
|
|---|
| Jambret Tega Lindas Mahasiswi Unpad Setelah 2 Kali Aksinya Gagal Total |
|
|---|
| DICAP Duta Halusinasi, Ayu Aulia Ikhlas, Ogah Buka Identitas Pejabat R: Biarlah Dia Hidup Tenang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KRONOLOGI-Driver-Ojek-Online-Tewas-Kecelakaan-Bersama-Ibu-Tinggal-Berdua-Sejak-Sang-Ayah-Meninggal.jpg)