Berita Viral

Rupiah Melemah, Prabowo Sebut Masyarakat di Desa tak Terpengaruh Langsung: Nggak Pakai Dolar

Prabowo menanggapi dengan santai kekhawatiran sejumlah pihak terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

TRIBUN-MEDAN.com - Rupiah melemah, Prabowo sebut masyarakat di desa tak terpengaruh langsung.

Hal itu karena masyarakat tak memakai dollar untuk bertransaksi. 

Diberitakan sebelumnya kurs Rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Baca juga: KODAM Sriwijaya Kerahkan Danpomdam Usut Kasus Anggota TNI Berkelahi di Diskotek Hingga Pratu F Tewas

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026) dan ditutup melemah di level Rp17.597 per dolar Amerika Serikat.

Posisi ini turun dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.529 per dolar AS.

Pada sesi perdagangan pagi, rupiah bahkan sempat menyentuh level psikologis baru dengan menembus Rp17.600 per dolar AS sebelum akhirnya sedikit menguat menjelang penutupan pasar.

Baca juga: PROFIL dan Biodata AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea, Lulusan Akpol 2015 yang Terjerat Kasus Narkoba

Prabowo menanggapi dengan santai kekhawatiran sejumlah pihak terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), ia menilai masyarakat desa tidak terdampak langsung oleh fluktuasi kurs asing.

“Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” ujar Prabowo dalam tayangan YouTube Setpres.

Awalnya, Prabowo memaparkan upaya pemerintah memperbaiki hubungan dengan sejumlah negara tetangga dan mitra internasional sebagai bagian dari pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.

Baca juga: VIRAL Influencer Kehilangan 140 Ribu Followers Dalam Semalam Gegara Filter Wajah Eror Saat Live

“Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok kita perbaiki,” ujar Prabowo.

Ia juga menyebut kondisi di wilayah Natuna kini lebih kondusif setelah hubungan Indonesia dengan China membaik.

Selain itu, Prabowo mengatakan pemerintah juga terus menjaga hubungan baik dengan Malaysia, Papua Nugini, Australia, hingga Thailand.

“Sama Malaysia saya berusaha insya Allah kita selesaikan dengan baik. Sama PNG kita baik. Sama Australia kita baik, semua tetangga. Sama Thailand kita baik,” ujarnya.

Baca juga: PILU Pemuda Dikeroyok Hingga Tewas Gegara Lerai Perkelahian, Diduga Juga Dilempar dari Lantai 2

Menurut Prabowo, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan politik luar negeri yang diwariskan para pendiri bangsa.

Prabowo Heran pada Prediksi Indonesia Akan Krisis
Akan tetapi, Prabowo mengaku keheranan dengan pihak-pihak yang kerap memprediksi Indonesia akan mengalami krisis.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos,” ujar Prabowo.

Prabowo pun menegaskan kondisi pangan dan energi nasional masih aman di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar dia.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan para pemimpin dan elite negara agar tetap setia kepada kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Tapi para unsur pimpinan yang harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia,” kata Prabowo.

Baca juga: TRAGIS Bocah 13 Tahun Tewas Ditikam Temannya Gegara Masalah Hubungan dengan Wanita

Ia juga menyinggung adanya elite yang menurutnya kerap berbicara soal nasionalisme, tetapi tidak berpihak kepada rakyat setelah memiliki kekuasaan.

“Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas. Begitu punya kekuasaan, tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.500 per dollar AS.

Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibanding krisis moneter 1998.

Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat sehingga pelemahan rupiah diyakini bisa segera diperbaiki.

“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/5/2026).

Purbaya mengatakan, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memang menjadi kewenangan bank sentral, yakni Bank Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah untuk membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

 

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved