Berita Viral

KODAM Sriwijaya Kerahkan Danpomdam Usut Kasus Anggota TNI Berkelahi di Diskotek Hingga Pratu F Tewas

Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania membenarkan ada perkelahian dua anggota TNI di diskotek Kota Palembang, Sabtu (16/5/2026).

Tayang:
TRIBUN MEDAN
BAWA JENAZAH - Jenazah Pratu F,(red sebelumnya ditulis Pratu PS) meninggal dunia akibat luka tembak di perut sebelah kanan di masukan ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka, Sabtu (16/5/2026). Pratuf F tewas ditembak oknum TNI di Panhead Cafe, Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Perwira Negara No. 61, Palembang 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania membenarkan ada perkelahian dua anggota TNI di diskotek Kota Palembang, Sabtu (16/5/2026). 

Perkelahian itu mengakibatkan Pratu F tewas dengan luka tembak di perut. 

Perkelahian ini dipicu oleh senggolan saat joget. 

Letkol Inf Yordania, menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius dari Pangdam II/Sriwijaya. 

Sebagai langkah tegas, Pangdam telah memerintahkan jajaran intelijen dan polisi militer untuk turun langsung mengusut tuntas kasus tersebut.

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," ujar Letkol Inf Yordania, Sabtu (16/5/2026).

Saat ini, Denpom 2/IV Palembang tengah melakukan penyelidikan intensif di tempat kejadian perkara (TKP). 

Baca juga: PROFIL dan Biodata AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea, Lulusan Akpol 2015 yang Terjerat Kasus Narkoba

Baca juga: AKUI Program MBG Bermasalah, Prabowo Janji Tindak Pejabat yang Selewengkan Anggaran: Kita Bersihkan

Serangkaian upaya hukum sedang berjalan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, pendalaman rekaman CCTV, pengumpulan barang bukti, pelaksanaan otopsi jenazah korban, hingga tindakan graber ponsel milik para saksi. 

Seluruh proses penyelidikan ini juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak Polda Sumatera Selatan.

"Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama," tambah Kapendam.

Guna mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, Pangdam II/Sriwijaya telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Komandan Satuan (Dansat) di jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk meningkatkan pengawasan serta pengendalian di satuan masing-masing secara optimal.

Kronologi dan Motif

Dua anggota TNI berkelahi di tempat hiburan malam (diskotek) di Palembang, Sabtu (16/5/2026) malam.

Perkelahian ini dipicu cuma gegara bersenggolan saat menikmati lagu sambil berjoget di 

Perkelahian ini menggunakan senjata api. 

Pratu F tewas setelah perutnya terkena tembakan di bagian perut.  

Peristiwa itu terjadi di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead sekitar pukul 02.40 WIB.

Terduga pelaku diketahui berinisial RN (23), yang juga merupakan anggota TNI.

Kodam II/Sriwijaya membenarkan adanya insiden penembakan tersebut.

Saat ini, RN masih menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam II/Sriwijaya untuk mendalami motif dan kronologi kejadian.

"Kita tunggu sampai sore nanti. Masih pemeriksaan,” ujar Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan informasi sementara, peristiwa bermula saat korban dan pelaku berada di lokasi hiburan malam tersebut.

Keduanya diduga terlibat perselisihan setelah terjadi senggolan ketika berjoget.

Situasi kemudian memanas hingga berujung perkelahian.

Dalam kejadian itu, pelaku diduga sempat terlibat keributan dengan korban dan beberapa rekannya.

Kondisi Korban

Terduga pelaku kemudian disebut mencabut senjata api dari pinggangnya dan melepaskan satu kali tembakan yang mengenai bagian perut sebelah kanan korban.

Usai terkena tembakan, korban langsung dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas Polsek Ilir Barat I Palembang bersama tim identifikasi dan personel fungsi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi korban.

Namun, sekitar pukul 03.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis.

Pratu F diketahui merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang.

Sikap Keluarga Korban

Kabar meninggalnya korban membuat keluarga terpukul.

Adik kandung korban, Faradita, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut pada Sabtu subuh sekitar pukul 06.00 WIB setelah mendapat telepon dari keluarganya.

“Subuh sekitar pukul 06.00 WIB saya ditelepon tante dan diberi tahu kalau kakak meninggal dunia akibat tertembak sesama oknum TNI,” ujar Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Ia mengatakan keluarga sangat syok karena korban meninggal akibat tindakan kekerasan.

“Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok,” katanya.

Faradita juga mengenang pertemuan terakhir dengan sang kakak pada Jumat sore sebelum kejadian.

Saat itu, korban sempat datang ke rumah bibinya untuk menanyakan kabar keluarga.

“Kemarin sore Kakak datang ke rumah Tante. Saya sempat meminta uang Rp10 ribu, setelah itu Kakak pamit pergi lagi,” ujarnya.

Pihak keluarga berharap proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara terbuka dan meminta agar pelaku dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hingga kini Pomdam II/Sriwijaya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus penembakan tersebut, termasuk mendalami motif serta kepemilikan senjata yang digunakan dalam insiden itu. 

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di sripoku

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved