Berita Viral

PILU Pemuda Dikeroyok Hingga Tewas Gegara Lerai Perkelahian, Diduga Juga Dilempar dari Lantai 2

Pemuda DM (29) tewas dikeroyok saat melerai perkelahian di sebuah tempat hiburan biliar di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat

Tayang:
TRIBUN MEDAN
PRIA TEWAS DIKEROYOK - Seorang pria berinisial DM (29) tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal di sebuah tempat hiburan biliar di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Peristiwa memilukan itu terjadi di Weston Billiar pada Sabtu (9/5/2026) dini hari dan kini menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya viral di media sosial. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemuda DM (29) tewas dikeroyok saat melerai perkelahian di sebuah tempat hiburan biliar di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026) dini hari. 

Korban mengalami rusak pada bagian batang otak. 

Dalam video yang beredar luas, korban tampak tak berdaya setelah dikeroyok oleh sejumlah orang.

Narasi yang beredar menyebut DM mengalami luka berat hingga kritis usai terjatuh dari lantai dua gedung tersebut.

Kejadian ini memicu kemarahan warganet karena korban disebut bukan pelaku keributan, melainkan pihak yang berusaha melerai pertengkaran yang melibatkan kekasihnya.

Berawal dari Pertengkaran Kekasih Korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika kekasih DM terlibat cekcok dengan seorang perempuan lain di lokasi kejadian.

Melihat situasi memanas, DM berusaha menenangkan suasana dan melerai perkelahian tersebut.

Namun situasi justru berubah kacau ketika sejumlah remaja dan pemuda di dalam lokasi ikut terlibat.

Alih-alih mereda, keributan semakin brutal hingga DM diduga menjadi sasaran pengeroyokan secara bersama-sama.

Korban disebut dipukuli beramai-ramai hingga tersungkur.

Bahkan dalam video viral yang beredar di media sosial, DM tampak mengalami kondisi kritis setelah jatuh ke area bawah gedung.

Narasi dalam unggahan video juga menyebut korban sempat diinjak-injak setelah jatuh dari lantai dua.

Baca juga: PEMBELAAN Anggota DPRD Achmad Syahri Disanksi Imbas Main Gim dan Merokok Saat Rapat Tentang Stunting

Baca juga: SIASAT Licik Satpam Masuk Kamar ART di Rumah Pribadi Bupati Konsel, Korban Baru Sehari Kerja

Polisi Selidiki Dugaan Korban Dilempar dari Lantai Dua

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut.

Ia mengatakan korban merupakan warga Jalan Apus, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

“Korban dibawa ke RS Tarakan Jakarta Pusat usai tidak sadarkan diri,” kata Bhudi, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Bhudi, berdasarkan keterangan awal para saksi, keributan bermula di dalam lokasi hiburan dan berlanjut hingga ke lantai dua gedung.

Namun terkait informasi yang menyebut korban dilempar dari lantai dua, polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai 2, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan,” ujar Bhudi.

Pihak kepolisian belum menyimpulkan secara pasti apakah korban jatuh sendiri saat dikeroyok atau memang sengaja dilempar oleh pelaku.

Rekaman CCTV dan Saksi Jadi Kunci Pengusutan

Saat ini Polsek Grogol Petamburan masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” tegas Bhudi.

Polisi juga memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena aksi kekerasan dilakukan secara brutal terhadap seseorang yang diduga hanya berniat melerai konflik.

Viral di Media Sosial, Publik Desak Pelaku Ditangkap

Video kondisi korban yang beredar di media sosial memicu gelombang simpati dan kemarahan publik.

Banyak warganet menilai tindakan pengeroyokan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan, terlebih korban disebut tidak memulai keributan.

Dalam narasi yang viral, korban dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah dan kerusakan pada batang otak akibat kekerasan yang dialaminya.

Meski demikian, polisi belum memberikan keterangan detail mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap korban.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aksi main hakim sendiri dan pengeroyokan dapat berujung fatal serta merenggut nyawa seseorang dalam hitungan menit.

Publik kini menanti langkah tegas aparat kepolisian untuk menangkap seluruh pelaku dan mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi berdarah tersebut.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved