Berita Viral

PRABOWO Sebut Negara Masih Baik-Baik Saja Meski Rupiah Anjlok: Orang Desa Gak Pakai Dolar

Nilai rupiah menunjukkan tren anjlok terhadap dolas Amerika Serikat (AS). Satu dolar AS kini setara dengan Rp 17.596, Sabtu (16/5/2026).

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nilai rupiah menunjukkan tren anjlok terhadap dolas Amerika Serikat (AS). Satu dolar AS kini setara dengan Rp 17.596, Sabtu (16/5/2026). 

Sejumlah pakar ekonomi sudah mulai gelisah dengan kondisi Indonesia. 

Harga BBM dan kebutuhan yang lain diprediksikan akan mengalami kenaikan yang tajam. 

Namun, Presiden Prabowo menyebut anjlok rupiah terhadap dolar AS masih baik-baik saja. 

Ia menyebut harga pangan dan energi masih tetap aman. 

"Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo saat sambutan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur dikutip dari Kompas pada Sabtu (16/5/2026). 

Baca juga: SIASAT Licik Satpam Masuk Kamar ART di Rumah Pribadi Bupati Konsel, Korban Baru Sehari Kerja

Baca juga: LIVE SCORE Chelsea Vs Man City Final Piala FA, Akses Juga Live Streamingnya di Sini via HP

Selain itu, dirinya pun heran terhadap pihak-pihak yang panik karena nilai pertukaran rupiah ke dolar yang kini semakin ambruk. 

"Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar,” ujar Prabowo keheranan.

Terlebih sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu langsung dirasakan.

"Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?" katanya. 

Sapi Kurban Hampir 1 Ton

Seekor sapi jumbo bernama Abimanyu dipastikan terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah/2026.

Abimanyu merupakan jantan jenis Simental cross.

Dengan bobot mencapai sekitar 900 kilogram dan diperkirakan terus bertambah hingga mendekati 1 ton saat Iduladha nanti, Abimanyu tampil mencolok dibanding sapi lainnya di kandang. 

Tubuhnya besar, tegap, berwarna cokelat kemerahan, dengan ciri khas warna putih di bagian kaki yang tampak seperti mengenakan kaos kaki.

“Karena sapi yang dibeli harus diberi nama, yang terlintas ya Abimanyu. Tokoh wayang yang gagah dan punya wibawa,” ujar Sugeng, Rabu (13/5/2026). 

Baca juga: Gubernur Bobby Nasution Sindir Wali Kota Medan ke Luar Negeri Tanpa Izin: Bilangnya ke Luar Kota

Baca juga: Bolehkah Membonceng Anak di Posisi Depan? Simak tips cari aman Berikut

Dirinya mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya bisa masuk dalam daftar hewan kurban presiden. 

Sugeng menyebut proses seleksi berlangsung cukup ketat, mulai dari pemeriksaan fisik, kesehatan, hingga penilaian bobot dan performa tubuh sapi.

Menurutnya, sapi dengan ukuran seperti Abimanyu membutuhkan perawatan ekstra, baik dari sisi pakan maupun kesehatan. 

Setiap hari, sapi tersebut mendapat asupan hijauan berkualitas, konsentrat, serta pengawasan rutin agar kondisinya tetap prima.

“Alhamdulillah proses tawar-menawar juga berjalan baik dan tidak merugikan peternak,” ucapnya.

Terpilihnya Abimanyu sebagai sapi kurban presiden juga membawa dampak positif bagi peternak lokal di Batang. 

Sugeng menyebut, sejak kabar itu menyebar, banyak warga maupun calon pembeli datang untuk melihat langsung sapi - sapi miliknya.

Ia mengatakan, stok sapi kurban di kandangnya masih tersedia, namun untuk sapi berbobot mendekati 1 ton saat ini sudah habis terjual. 

Harga Abimanyu sendiri ditaksir mencapai Rp90 juta hingga Rp100 juta karena memiliki bobot dan performa di atas rata - rata sapi kurban pada umumnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, M Arief Edyanto, menjelaskan sapi bantuan presiden memang harus memenuhi sejumlah kriteria ketat. 

Selain bobot besar, kondisi kesehatan hewan juga menjadi syarat utama.

“Administrasi sekarang sedang diselesaikan.

Data visual dan hasil wawancara peternak juga sudah dikirimkan ke Sekretariat Presiden melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Ia menerangkan, Abimanyu merupakan sapi hasil persilangan Simental dan Limosin, meski karakter genetik Simental masih lebih dominan.

Dari sisi fisik, sapi tersebut dinilai memenuhi standar hewan kurban presiden.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi sehat, tidak ada cacat fisik, kaki normal, tanduk utuh, ekor lengkap, dan alat reproduksi juga normal,” ungkapnya. 

Pemkab Batang berharap kondisi kesehatan dan bobot Abimanyu tetap terjaga hingga waktu penyerahan hewan kurban menjelang Iduladha mendatang. 

Terpilihnya sapi asal Batang sebagai kurban presiden pun dinilai menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa kualitas peternakan lokal mampu bersaing di tingkat nasional.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved