Konflik AS vs Iran

Buronan FBI Membelot ke Iran Diduga Bocorkan Rahasia Pertahanan AS, Info Monica Witt Dihadiahi 3 M

Monica Witt pun dituduh membocorkan rahasia negara AS. Membelotnya Monica Witt menambah ketegangan AS dengan Iran

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/scmp.com
BURONAN FBI MEMBELOT - Monica Witt buronan paling dicari Federal Bureau of Investigation (FBI). FBI menawarkan USD 200 ribu atau sekitar Rp3,2 miliar untuk informasi keberadaan Monica Witt 

TRIBUN-MEDAN.com - Monica Witt kini jadi orang yang paling dicari Federal Bureau of Investigation (FBI).

Monica Witt merupakan mantan spesialis kontraintelijen Angkatan Udara Amerika Serikat yang dituduh membelot ke Iran.

Membelotnya Monica Witt menambah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Monica Witt pun dituduh membocorkan rahasia negara AS.

Kini Monica Witt dalam perburuan di tengah memanasnya konflik geopolitik.

Monica Elfriede Witt wanita berusia 47 tahun, adalah mantan kontraktor pertahanan dan Sersan Teknik intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat yang membelot ke Iran pada tahun 2013.

Dia menjadi buronan FBI terkemuka yang dicari karena dakwaan spionase terhadap Amerika Serikat pada tahun 2018.

Kabar terbaru terkait perburuan Monica FBI menawarkan hadiah sebesar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,2 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi valid hingga mengarah pada penangkapan Monica Witt.

 

Baca juga: Jadwal Siaran Chelsea vs Manchester City Final Piala FA Inggris Malam Ini


Langkah besar tersebut diumumkan FBI pada 14 Mei 2026 dan langsung menjadi perhatian publik internasional karena kasus Monica Witt disebut sebagai salah satu pengkhianatan intelijen paling serius dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Monica Witt Diduga Membocorkan Rahasia Pertahanan AS

Dalam pernyataan resminya, FBI menyebut Monica Witt pernah bertugas di Angkatan Udara AS sejak 1997 hingga 2008 sebagai spesialis kontraintelijen.

Setelah keluar dari militer, Witt diketahui masih bekerja sebagai kontraktor pemerintah hingga 2010 sebelum akhirnya membelot ke Iran pada 2013.

Pemerintah AS menuduh perempuan tersebut memberikan informasi sensitif kepada rezim Teheran, termasuk data pertahanan nasional yang sangat rahasia.


Pada 2019, dewan juri federal di Washington secara resmi mendakwanya atas tuduhan spionase dan pengiriman informasi pertahanan nasional kepada Iran.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved